Tour

  1. Panduan Jadi Tur Leader

    Rahasia Traveling Gratis ke LN &
    Dapat Income Ribuan Dolar.

Jumat, 16 Mei 2008

Kawasan Konservasi Laut

\
Raja Ampat sebagai Kawasan Konservasi Laut
SORONG--MIOL: Dua organisasi internasional bidang konservasi menyambut baik komitmen Pemda Sorong, Papua dan masyarakat Kabupaten Raja Ampat yang menetapkan enam kawasan penting sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL) pada Jumat (15/12).
Dua organisasi tersebut ialah Conservation International (CI) Indonesia dan The Nature Conservancy (TNC). Regional Vice President CI Indonesia Jatna Supriatna mengatakan, keenam kawasan tersebut yaitu Kofiau, Misool Timur Selatan, Waigeo Selatan, Teluk Mayalibit, Wayag, Sayang-Piai, dan Ayau, dengan luas lebih dari 550.000 ha atau 30%dari total luas wilayah Kabupaten.
"Keenam wilayah ini ditetapkan oleh Bupati Raja Ampat, Marcus Wanma, setelah masyarakat adat Raja Ampat memberikan mandatnya kepada pemerintah daerah untuk mengelola kawasan-kawasan tersebut bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurut dua organisasi internasional itu menilai, penetapan keenam KKL ini sangat strategis bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat yang luas perairan lautnya tujuh kali lipat luas daratan. KKL itu juga memiliki pulau dengan keanekaragaman hayati dan ekosistem bagus.
CI dan TNC menyambut baik inisiatif Pemerintah dan masyarakat Raja Ampat yang menetapkan beberapa wilayahnya sebagai kawasan konservasi. "Kami akan melanjutkan kerjasama yang sudah baik selama ini dengan masyarakat setempat termasuk Dewan Adat, pemerintah daerah dan pusat dalam menfasilitasi proses penetapan kawasan dimaksud untuk menuju tahapan pengelolaan KKL yang efektif sehingga memberi manfaat ekonomi pada masyarakat Raja Ampat dalam jangka panjang." papar Jatna Supriatna.
Sementara itu Country Director TNC Indonesia, Rili Djohani, mengatakan, hasil survey keanekaragaman hayati yang dilakukan baik oleh CI maupun TNC pada tahun 2001 dan 2002 menunjukkan perlunya jejaring kawasan konservasi laut multi-guna di Raja Ampat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem laut yang dapat menjamin keberlanjutan sektor perikanan subsisten dan komersial jangka panjang.
"Enam KKL yang baru saja ditetapkan merupakan langkah awal yang strategis untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat," ungkap Riri. (RO/OL-04

Turis Taiwan

Kepercayaan Turis Taiwan terhadap Bali Kembali Pulih
Kepercayaan turis Taiwan terhadap daerah tujuan wisata (DTW) Bali kembali pulih, hal itu terlihat dari melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal negeri tersebut yang pada tiga bulan pertama (Januari-Maret) 2007 naik hingga 15,4%.
"Selama periode Januari-Maret 2007 jumlah turis Taiwan ke Bali mencapai 32.267 orang, mengalami peningkatan 15,4% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 27.967 orang. Ini menunjukkan kembalinya rasa percaya masyarakat Taiwan terhadap Bali sebagai tempat wisata yang aman," kata Ferry Yahya, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipe, Taiwan dalam laporannya lewat faksimili ke Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Jakarta, Selasa (15/5).
Disebutkan, secara keseluruhan turis Taiwan yang melalang buana (outbound) pada Januari-Maret 2007 mencapai 2,12 juta orang, atau mengalami pertumbuhan sekitar 4,5% dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar 2,03 juta orang.
Turis Taiwan yang outbound ini sebagian besar masih memilih Hongkong sebagai destinasi favorit mereka, tercatat mencapai 706 ribu. Kemudian disusul Jepang dan Makao masing-masing 306 ribu dan 275 ribu orang. Sedangkan yang ke Indonesia (direct Taiwan-Indonesia) mencapai 46.744 orang atau mengalami pertumbuhan sekitar 9,19% dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar 42.809 orang .
Dari kunjungan ke Indonesia ini, sebanyak 32.267 orang di antaranya mengunjungi Bali dengan demikian Bali masih menjadi daerah tujuan wisata favorit bagi masyarakat Taiwan.
Waspada Disentri
Menurut Ferry, munculnya pemberitaan media massa Taiwan soal penyakit disentri (Shingellosis Dysenteriae) perlu diwaspadai, mengingat hal itu sangat sensitif bagi masyarakat Taiwan. "Yang harus menjadi perhatian daerah tujuan wisata seperti Bali menjaga masalah kebersihan (higenitas). Beberapa kasus diberitakan di media cetak Taiwan, turis Taiwan yang baru kembali dari Bali terserang bakteri Shigellosis Dysenteriae karena mengkonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya, "katanya.
Mengutip dari pemberitaan media di Taiwan, menurut Ferry, tahun ini terdapat 26 kasus Shigellosis yang terjadi di Taiwan, di mana 13 di antaranya berasal dari Asia Tenggara antara lain Vienam dan Indonesia. (Humas)

Paviliun Indonesia

Indonesia Peserta Terbaik Bursa Turis Internasional Berlin
ITB Berlin (www1.messe-berlin.de)
Berlin -- Paviliun Indonesia yang menampilkan kombinasi duplikat candi Bentar, Bali, dan Candi Borobudur, berhasil meraih gelar terbaik pertama tingkat peserta Asia dalam kegiatan Bursa Pariwisata Internasional (ITB) Berlin, yang berlangsung 8 hingga 12 Maret.
"Alhamdullilah, kita berhasil menjadi peserta terbaik. Mudah-mudahan penghargaan ini memicu kita agar dapat berbuat lebih baik lagi di masa mendatang," kata Direktur Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Tatang Rukhiyat, usai pengumuman tersebut di Berlin, Jerman, Minggu.
Paviliun Indonesia, dengan luas 700 meter persegi, tampil bersama paviliun peserta negara Asia lainnya seperti Malaysia, China, Singapura dan Kamboja, di Gedung (Halle) 26 ITB yang tahun ini diikuti 180 negara di arena pameran seluas 150.000 meter persegi tersebut.
Nuansa patung Bentar Bali, yang aslinya setinggi 15 meter dengan lebar 12 meter di "Art Center" Bali, dan di Berlin, duplikatnya setinggi 7 meter dengan lebar 12 meter, menjadi daya tarik para pengunjung dari kejauhan pada paviliun Indonesia itu .
Hal itu dikarenakan posisi patung dengan warna campuran hitam serta kuning keemasan tersebut persis berada pada sudut jalan yang lazim disebut "tusuk sate".
Atas daya tarik panggung tempat Menteri Pariwisata Jero Wacik melakukan pembukaan terhadap stand Indonesia dengan latar belakang patung Bali pada 8 Maret lalu itu, dan tempat para penari Indonesia menampilkan 31 jenis tarian dari Palembang, Sumsel, Riau serta Bali selama ITB berlangsung, banyak pengunjung yang mengambil foto diri maupun rombongan dengan latar belakang patung tersebut.
Indonesia pada ITB ke-40 tahun ini menyertakan delapan propinsi masing-masing DKI Jakarta, Bali, Sulsel, Sumsel, Raiu, Sulteng, Jateng dan Yogyakarta. Sedangkan Dati II, masing-masing Lombok Barat, Karangasem, Buleleng, Sleman, Lampung Timur dan Makassar. Selain itu terdapat pula 98 industri pariwisata.
Selengkapnya para peserta ITB peraih penghargaan terbaik (The Best Exhibitor) tahun ini masing-masing untuk kawasan Asia, juara pertama diraih Indonesia, kedua Korea Selatan, Thailand (3), Filipina (4), Hongkong (5), Singapura (6), Sri Lanka (7), Maladewa (8), Mongolia (9) dan China di urutan ke 10.
Dari benua Amerika, pertama Peru, kedua Akuador dan ketiga Brazil. Dari Afrika, peserta terbaik pertama Maroko, kedua Rwanda dan ketiga Tunisia. Peserta Eropa, terbaik pertama diraih Yunani, kedua Suditrol dan ketiga Spanyol. Dari Timur Tengah, pertama Israel, kedua Iran dan ketiga Oman. Asal Oseania, pertama diraih Australia, kedua New Kaledonia dan ketiga Kepulauan Asia Selatan (South Pasific Islands).
Sedangkan dari tuan rumah Jerman, gelar juara pertama diraih Baden/Wurttemberg Tourism Marketing, kedua Brandenburg, ketiga Dussledorf/Koln/Bonn dan keempat diraih pengusaha pariwista Lufthansa, World Hotel dan DBA.
Pada acara ITB, Indonesia juga terpilih sebagai tuan rumah konferensi PATA (Pasifik Asia Travel Association) 2007, mengalahkan saingannya Cina dan India, yang dijadwalkan akan berlangsung di Bali.
"Kepercayaan ini patut kita syukuri karena dunia wisata internasional tetap mengakui keunggulan pariwisata Indonesia kendati pernah terganggu akibat pengaruh stabilitas keamanan," kata Menteri Jero Wacik ketika menerima President PATA, Peter Young di stand Indonesia dalam rangkain ITB Berlin akhir minggu lalu.
Target kunjungan wisatawan mancanegara Indonsia tahun 2006 mencapai 5,5 juta, meningkat dari 5 juta tahun 2005. Sebelum mengalami krisis multidimensional 1997, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pernah mencapai 6 juta. (*)