Tour

  1. Panduan Jadi Tur Leader

    Rahasia Traveling Gratis ke LN &
    Dapat Income Ribuan Dolar.

Minggu, 22 Juni 2008

प्रोफिल Kabupaten Bengkalis

Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis mempunyai letak yang sangat strategis, karena dilalui oleh jalur perkapalan internasional menuju ke Selat Malaka. Bengkalis juga termasuk dalam salah satu program Indonesia Malaysia Singapore Growth Triangle (IMS-GT) dan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Informasi Umum
Kabupaten Bengkalis terletak di sebelah timur Pulau Sumatera yang mencakup area seluas 11.481,77 km2 dengan batas sebagai berikut :

1. Sebelah Utara dengan Selat Malaka.
2. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Siak.
3. Sebelah Barat dengan Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir.
4. Sebelah Timur dengan Kabupaten Karimun dan Pelalawan. Secara administratif, Kabupaten Bengkalis terdiri dari 8 kecamatan, dan Bengkalis sebagai ibu kota Kabupaten dikenal juga dengan nama Kota Terubuk, karena daerah ini adalah penghasil ikan Terubuk yang sangat disukai masyarakat karena rasanya yang lezat. Kota lainnya adalah Duri sebagai pusat penghasil minyak, dan Selat Panjang sebagai kota perdagangan penghasil sagu.

Bengkalis merupakan daerah yang terdiri dari dataran-dataran rendah, dengan ketinggian rata-rata sekitar 1-6,1 m di atas permukaan laut. Di daerah ini juga terdapat beberapa sungai, tasik (danau), serta 26 Pulau besar dan kecil. Pulau-Pulau besar itu adalah Pulau Rupat (1.524,84 km2), Pulau Tebing Tinggi (1.436,83 km2), Pulau Bengkalis (938,40 km2), Pulau Rangsang (922,10 km2), Pulau Padang dan Merbau (1.348,91 km2). Bengkalis mempunyai iklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh iklim laut, dengan temperatur 260C – 320C. Musim hujan terjadi sekitar bulan September – Januari dan musim kemarau terjadi sekitar bulan Februari hingga Agustus.


Transportasi
Kota Duri dan Sungai Pakning dihubungkan dengan jalan raya untuk menuju ke Pekanbaru, ibu kota Propinsi Riau, dan kota kota lainnya di Sumatera. Selain itu juga disediakan ferry penyeberangan (RO-RO) untuk menghubungkan Pulau Bengkalis dengan Sungai Pakning, Riau Daratan, sekaligus untuk membuka akses ke seluruh kota-kota kecil dan besar di Pulau Sumatera. Untuk transportasi udara, terdapat Bandar udara di Bukit Batu yang saat ini digunakan Pertamina untuk pengisian minyak pesawat ke Sungai Pakning dan untuk aktivitas Kondur Petroleum, SA. Untuk masa yang akan dating, bandara ini diharapkan dapat digunakan untuk pesawat komersial.

Listrik
Untuk memenuhi kebutuhan listrik, PT PLN mensuplai listrik keseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis dengan kapasitas sebagai berikut :

1. Bengkalis 3870 kw dan Teluk Pambang 100 kw.
2. Selat Panjang 6120 kw.
3. Sungai Pakning 1090 kw dan Tenggayun 100 kw.
4. Duri 10.830 kw .
5. Batu Panjang 420 kw, Pangkalan Nyirih 40 kw dan Teluk Lecah, Titi Akar, Medang 100 kw.
6. Tanjung Samak 300 kw.
7. Teluk Belitung 200 kw dan Bandul 100 kw.

Air Bersih
Untuk saat ini air bersih dapat disuplai oleh PDAM ke daerah Bengkalis, Selat Panjang, dan Duri, sementara untuk kota lainnya sedang dalam perencanaan.

Telekomunikasi
PT Pos telah mencapai seluruh bagian di Kabupaten Bengkalis. Disamping itu juga dilengkapi dengan layanan telepon untuk daerah Bengkalis, Sungai Pakning, Selat Panjang dan Duri. Saat ini telepon selular dapat dilayani di Bengkalis, Duri, dan Selat Panjang.

Fasilitas Pendukung Lainnya
Saat ini ada beberapa bank di Kabupaten Bengkalis, yaitu :

1. Bank Rakyat Indonesia di Bengkalis, Selat Panjang, Alahair, Selat Baru, Duri, Tanjung Samak dan Sungai Pakning.
2. Bank Negara Indonesia di Bengkalis, Selat Panjang,dan Duri.
3. Bank Pembangunan Daerah di Bengkalis dan Selat Panjang.
4. Bank Mandiri di Duri.
5. Bank Panin di Selat Panjang.

Untuk akomodasi bagi para pengunjung, maka disediakan beberapa hotel di Bengkalis, Selat Panjang, Duri, Sungai Pakning dan Tanjung Lapin, serta Rupat Utara.

Tempat Wisata / Rekreasi

Pantai Pasir Panjang di Pulau Rupat.
Berlokasi di Selat Malaka dan merupakan pantai kebangaan dari 3 daerah di Pulau Rupat, yaitu Tanjung Medang, Tanjung Rhu, dan Tanjung Punak. Tempat ini dapat dicapai dengan boat kecil yang dikenal dengan nama ‘pompong’ dari Dumai. Perjalanan akan memakan waktu selama 15 menit dengan boat dan 45 menit dengan kendaraan beroda dua (ojek). Jalur ini dilalui oleh boat nasional dan pengunjung internasional karena keindahan pantai Rupat dan pemandangan laut yang nyaman. Rencananya akan dibangun jembatan sepanjang 50 km untuk menghubungkan pulau ini dengan Malaka – Malaysia. Di pulau Rupat juga dapat ditemukan komunitas suku terbelakang yang disebut dengan suku Akit yang melakukan berbagai atraksi untuk menghibur pengunjung.

Pantai Selat Baru
Berlokasi di pantai Timur Bengkalis sepanjang 4 km dengan ciri khas desa dan dusun nelayan tradisional di sepanjang pantai. Tidak jauh dari bibir pantai, mengalir sungai kecil yang diberi nama Sungai Liong. Sepanjang tepi sungai terdapat tempat pengembangbiakkan telur ikan kakap putih.

Hutan Lindung dan Pusat Pelatihan Gajah
Hutan lindung dan margasatwa terdapat di daerah Bukit Batu dan kecamatan Mandau. Daerah Sebanga – Duri, yang berjarak 139 km dari kota Pekanbaru merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, di tempat ini beberapa gajah dilatih untuk melakukan berbagai atraksi yang dapat menghibur pengunjung.

Kota Duri
Terletak pada jarak 89 km dari Minas atau 119 km dari Pekanbaru, Duri adalah salah satu kota penting yang menghasilkan minyak. Di daerah ini terdapat pipa minyak berukuran besar dengan diameter 60 inci di sepanjang jalan dan kilang minyak Dumai.

Kota Selat Panjang
Kota ini dipenuhi oleh pedagang cina dan memiliki ciri khas pohon kelapa yang banyak di daerah ini.

Potensi Umum

Pertambangan Sebelum dibagi menjadi 4 daerah otonom, kabupaten Bengkalis adalah penghasil minyak terbesar di propinsi Riau dan di Indonesia. Eksplorasi minyak ini dilakukan oleh PT Caltex Pacific Indonesia dan konsesi dengan Kondur Petroleum.

Perikanan
Karena memiliki daerah perairan yang cukup luas, maka Bengkalis sangat berpotensi menghasilkan ikan laut, selain itu juga terdapat budidaya ikan kakap putih di tepi sungai.

Hasil Panen dan Holtikultura

Komoditas hasil panen yang ada di Kabupaten Bengkalis berupa beras di lahan seluas 14.319 ha, Sagu 17.710 ha, ubi kayu 1.273 ha, jagung 402 ha, kacang 162 ha, buah-buahan (durian, pisang, rambutan, nenas, mangga, dan lain-lain) dan sayur-sayuran 1.151 ha. Beberapa daerah ditunjuk untuk pengembangan komoditas hasil panen sebagai berikut :

1. Pengembangan beras di Bantan, Bukit Batu, Rangsang, dan Tebing Tinggi.
2. Pengembangan tanaman sagu di Merbau dan Bukit Tinggi.
3. Pengembangan komoditas buah-buahan di Merbau, Tebing Tinggi, dan Bengkalis.
4. Komoditas sayur-sayuran di Bengkalis, Rupat, Mandau, dan Bukit Tinggi.

Perkebunan
Komoditas utama di sektor perkebunan termasuk kelapa, karet, dan minyak sawit. Tanaman penting lainnya seperti kopi, coklat, dan buah pinang.

Kehutanan
Di Kabupaten Bengkalis terdapat hutan seluas 463.441 ha yang tersebar di 8 kecamatan di kabupaten ini Hutan di daerah ini terdiri dari berbagai macam flora dan fauna. Hutan mangrove banyak terdapat di tepian pantai. Hutan lainnya ada yang menghasilkan kayu gelondongan, rotan, resin, dan bahan baku lainnya yang berasal dari hutan.

Industri
Selain daripada kilang pengelolaan minyak yang dimiliki oleh Pertamina UP II Sungai Pakning, saat ini juga terdapat beberapa industri seperti kayu gergaji, perabotan, dan mangrove arang.

Pariwisata
Letak geografis Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulau-pulau dengan daerah pantai pesisir yang menghadap langsung ke Selat Malaka dan pemandangan yang indah – sangat perhatian para turis, berpusat di Pulau Rupat.

Wisata Budaya dan Sejarah

Wisata Budaya dan Sejarah
1. INDRAGIRI HILIR
Kawasan Pekan Arba merupakan tempat rekreasi bagi mayarakat Kota Tembilahan, karena lokasi ini berdekatan dengan Kota Tembilahan. Kawasan ini terdapat dipinggir Sungai Batang Sebatu yang dari tahun ketahun mengalami pendangkalan dan mengakibatkan hubungan/transportasi antara Pekan Arba dengan desa-desa seberangnya menjadi sulit. Oleh karena sulitnya hubungan ini, maka masyarakat berusaha mengatasinya dengan membuat sampan/perahu yang berbentuk leper atau rata dibagian bawahnya dan dapat berjalan serta meluncur di pantai lumpur maupun diatas air, sehingga sampai sekarang dijadikan sebagai alat transportasi di kawasan ini. Kegiatan ini akhirnya dimanfaatkan menjadi atraksi wisata yang setiap tahunnya diperlombakan. Di lokasi ini juga tersedia fasilitas penunjang berupa : Pintu Gerbang, Pos Jaga, Tribun Pengunjung terbuka, WC umum, Tempat Parkir dan sebagainya.
Komplek Makam Tuan Guru Syech Abdurrahcman Siddiq merupakan salah satu objek wisata religi yang terdapat di kabupaten Indragiri Hilir tepatnya di Hidayat Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri. Tuan Guru ini dulunya adalah seorang guru Agama Islam (Mufti Kerajaan Indragiri) yang cukup tersohor dan banyak memiliki murid yang berasal dari Negeri Malaysia, Singapura dan daerah Kalimantan, Jambi, Palembang dan sebagainya. Tuan Guru meninggal pada tanggal 10 Maret 1939, makamnya sampai sekarang masih banyak didatangi penziarah lokal dan wisatawan dari Negara Malaysia. Pengunjung/wisatawan yang berziarah ke Makam Tuan Guru setiap harinya diperkirakan mencapai 300 orang. Komplek Peninggalan Tuan Guru ini berupa Cangkup Makam, Mesjid yang didirikan pada abad ke-19 dan rumah peristirahatan. Selain itu obyek wisata sejarah lainnya yaitu: Makam dan Benteng Panglima Besar Tengku Sulung, Makam Keramat di Kota Baru serta Rumah Kuning Peninggalan Belanda di kawasan Tanjung sebelah barat Kota Guntung dan sebagainya.
Pasar Pajak (PJ) di Kota Tembilahan merupakan tempat menarik dan cukup terkenal serta banyak dikunjungi oleh pendatang/wisatawan. Dipasar ini banyak terdapat barang-barang bekas dari luar negeri. Selain pakaian bekas juga terdapat barang pecah belah, alat-alat rumah tangga, aneka permainan anak-anak, alat elektronik serta berbagai barang lainnya. Selain Pasar PJ di Tembilahan terdapat Pasar Wadai, yakni pasar yang menjual kue beraneka ragam, terutama kue tradisional seperti Amparan Tatak, Papare, Keraraban, Kue Buah Malaka dan masakan-masakan lainnya seperti Sempolek, Roti Canai, Jelurai, Nasi Kuning/Nasi Lemak dan sebagainya, pasar ini dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan.
2. PELALAWAN
Makam Sultan Mahmud Syah I terletak di Desa Pekantua. Sultan Mahmud Syah I adalah Raja Malaka terakhir karena pertempuran dengan Potugis tahun 1509 hingga tahun 1526 beliau beserta sisa-sia pasukan gabungan mengundurkan diri ke Pekantua Sungai Kampar. Setelah berperang Sultan Mahmud Syah dinobatkan menjadi Raja Pekantua Kampar hingga mangkat tahun 1528 digelar dengan Marhum Kampar, dimakamkan di Pekantua Kampar. Makamnya terletak di Desa Tolam, kecamatan Bunut dan dapat dicapai dengan kenderaan kapal motor atau speedboad. Mengunjungi makam sultan ini sekaligus dapat melihat beberapa peninggalan sejarah lainnya seperti meriam kuno, makam Raja-raja Pelalawan, bekas peninggalan sejarah di Nasi-nasi Tolam dan sebagainya.
3. INDRAGIRI HULU
Suku Talang Mamak adalah satu-satunya suku pedalaman yang masih hidup dan berkembang di pedalaman Kecamatan Seberida dan Pasir Penyu dengan populasi yang relatif kecil. Mereka hidup dengan memanfaatkan hasil hutan, menangkap ikan dan sebagainya. Disamping itu mereka juga sangat berpegang teguh pada kepercayaan dan kebudayaannya. Obyek lain yang dapat dilihat seperti Baju Bersyahadat dan pedang Perantas tanda kebesaran Patih Suku Talang Mamak di desa Talang Durian Cacar, Makam Suku Talang Mamak yang dibuat berbentuk Nisan dari kayu dan disusun menyerupai atap. Potensi wisata budaya ini terletak di kecamatan Seberida dan Kecamatan Kelayang.
Danau Raja sebagai objek wisata alam juga digunakan sebagai pusat kesenian melayu Indragiri dan pusat hiburan rakyat dengan kegiatan tahunan seperti pemilihan raja dan ratu indragiri. Kemudian juga merupakan tempat kegiatan olahraga tradisional seperti pacu sampan. Lokasi terletak di Kecamatan Rengat. Selain itu terdapat juga Danau Menduyan di desa Kota Lama, Danau Hulu di desa Danau baru.
Situs Cagar Budaya di Indragiri Hulu ini berupa Kompleks makam Raja-raja yang terdapat dibeberapa lokasi, antara lain : Makam keturunan Raja Indragiri / Mohom Saleh di Tambak, makam Raja Indragiri / Narasinga II di desa Koto Lama, Makam Raja Japura dan Makam Datuk Bendahara idah Hitam di desa Japura, makam Raja Muda di Peranap
Rumah Tinggi terletak di Kecamatan Rengat ibukota Kabupaten Indragiri Hulu. Rumah Tinggi kerajaan ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan Indragiri. Memang saat ini keadaannya masih sederhana dan isinyapun merupakan koleksi peninggalan kerajaan belum terkumpul disana.
4. BENGKALIS
Pusat Pelatihan Gajah berlokasi di Sebanga, Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Di Sebanga-Duri, kurang lebih 139 kilometer dari kota Pekanbaru terdapat pusat pendidikan, penjinakan dan latihan gajah-gajah. Sebagai salah satu objek wisata atraktif di Riau Daratan, berada di lokasi ini akan mendatangkan keasyikan tersendiri bagi para pengunjung saat menyaksikan atraksi dan demonstrasi gajah yang menghibur. Gajah sebagai binatang buas telah dapat dijinakkan di Sebanga ini. Gajah-gajah di sini dapat menampilkan atraksi, antara lain : melangkahi potongan kayu ukuran besar yang telah disusun, memberi hormat kepada pengunjung, mengangkat kayu dengan bejalai, melangkahi manusia yang terbaring di atas tanah dan sebagainya.
Taman Prapat berlokasi di kampung Meskom, kecamatan Bengkalis, kira-kira 30 menit dari kota Bengkalis dengan menggunakan jalan darat. Di daerah ini sangat terkenal dengan permainan memancing, 700 meter dari pantai kita juga dapat melihat rumah-rumah nelayan yang disebut dengan Togok yang digunakan nelayan untuk membuat ikan asin.
Pantai Selat Baru berlokasi di Selat Baru, Bantan Kabupaten Bengkalis Pantai Selat Baru terletak ± 30 km. dari kota Bengkalis dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Pantainya cukup luas dengan pemandangan alam yang indah ke laut lepas. Berenang dan berjemur sepanjang hari merupakan keasyikan tersendiri dipantai ini.
5. SIAK
Istana Kerajaan Siak adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau, mencapai masa jayanya pada abad ke 16 sampai abad ke 20. Dalam silsilah Sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Kini, sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau, dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa kompleks Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan antara lain : Kursi Singgasana kerajaan yang berbalut (sepuh) emas, Duplikat Mahkota Kerajaan, Brankas Kerajaan, Payung Kerajaan, Tombak Kerajaan, Komet sebagai barang langka dan menurut cerita hanya ada dua di dunia dan lain-lain. Di samping Istana kerajaan terdapat pula istana peraduan.
Masjid Sultan (Masjid Raya) terletak sekitar 500 m di depan Istana Siak, dengan bentuk yang khas dan unik. Di dalamnya terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu berukir indah bermotifkan daun, sulur dan bunga. Di sebelah barat mesjid ini terdapat pemakaman Sultan Syarif Kasim beserta permaisuri dan istrinya yang selalu diziarahi oleh pengagumnya.
Makam Marhum Buantan. Pendiri Kerajaan Siak adalah Sultan Abdul Djalil Rakhmadsyah bergelar Raja Kecil dengan pusat kerajaan di Buantan. Beliau gigih berjuang membela kehormatan dalam merebut kembali kekuasaan ayahandanya di Johor yang kemudian dapat di perolehnya kembali. Beliau mangkat pada tahun 1746 dimakamkan di Buantan dan bergelar Marhum Buantan. Makamnya sampai saat ini dapat dikunjungi dengan berkendaraan air dari Siak Sri Indrapura selama 15 menit mengendarai speedboat 25 pk.
Balai Kerapatan Tinggi terletak dipinggir sungai Siak berhadapan dengan muara sungai Mempura terletak bangunan Gedung Balai Kerapatan Tinggi dengan arsitek khas dengan dua arah pintu masuk yaitu dari sungai dan dari darat (jalan raya). Bangunan ini dipergunakan untuk sidang perkara dan juga berfungsi sebagai tempat pertabalan Sultan. Gedung ini memiliki tiga tangga untuk naik ke lantai atas (lantai 2), dimana sidang selalu dlaksanakan. Tangga utama menghadap ke sungai sedangkan yang lain ke timur, gedung terbuat dari besi berbentuk spiral dan yang satunya lagi terbuat dari kayu dan terletak di sebelah barat gedung. Jika suatu perkara sudah dilakukan dan hukuman dijatuhkan, maka bagi yang kalah akan turun ke lantai dasar dengan menggunakan tangga kayu dan langsung menuju Djil (penjara) yang terletak tidak jauh dari situ. Sedangkan bagi yang menang turun melalui tangga besi dan langsung ke jalan raya. Pada saat ini untuk sementara gedung tersebut digunakan sebagai Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak.
Wisata Sungai dan Wisata Agro di kabupaten Siak adalah kawasan sepanjang Sungai Siak dan Sungai Mempura. Untuk menikmati wisata sungai kita dapat menggunakan transportasi berupa sampan. Disepanjang tepian sungai dapat pula kita menyaksikan deretan pohon-pohon sawit yang tertata rapi ditanam, menambah sejuknya suasana saat kita melintasi kawasan ini.
Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim terletak di Minas yaitu : Cagar Alam Giam Siak kecil di sungai Mandau, Cagar Alam dan Satwa Tasik Belat di Sungai Apit kawasan Cagar Alam Danau Pulau Besar.
Monumen Pompa Angguk terletak di Minas. Minas terkenal dengan hasil buminya yaitu minyak bumi yang menjadi standard terbaik dunia. Minas merupakan daerah pengeboran minyak pertama untuk daerah Riau, dan pompa minyak pertama itu sekarang tidak beroperasi lagi karena minyaknya telah kering. Penetapan lokasi sumur minyak ini dilakukan pada bulan Maret 1941 dan pengeboran sumur dimulai pada tanggal 10 Desember 1944 dengan kedalaman sumur 800 m. Merk pompa yang digunakan adalah Lufkin. Pompa tersebut saat ini dijadikan monumen sejarah perminyakan di Propinsi Riau, berdiri megah di kota Minas dan terus mengangguk setiap saat.
Kompleks Makam Kototinggi terletak di sebelah timur Istana Siak. Makam-makan yang ada didalam kompleks ini seperti makam Sultan Syarif Hasyim dan ayahandanya beserta keluarga dan kerabat kerajaan lainnya. Kompleks makam ini berukuran 15 x 15 meter persegi. Nisan dari makam yang terdapat di sini semuanya berukiran sangat rumit dan indah terbuat dari kayu dan marmer. Di samping makam ini terletak makam pahlawan (Taman Bahagia Siak).
Bangunan Peninggalan Belanda terdapat di kelurahan Benteng Hilir. Bangunan Peninggalan Belanda ini berupa bekas rumah dan kantor Belanda yang saat ini sudah dimakan usia dan memerlukan pemeliharaan yang khusus, demikian pula di Benteng Hulu terdapat bangunan tangki militer Belanda yang saat ini sedang dilakukan pemugaran dan perbaikan sesuai dengan aslinya.
Kapal Kato adalah sebuah kapal besi dengan bahan bakar batu bara dimiliki oleh Sultan Siak dan selalu dinaikinya pada saat berkunjung ke daerah-daerah kekuasaannya. Kapal ini berukuran panjang 12 m dengan berat 15 ton terletak di pinggir Sungai Siak merupakan sosok monumen bersejarah yang dapat dikenang.
6. KAMPAR
Candi Muara Takus ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan. Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter, diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua, candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.Selain dari candi Tua, candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya. Kompleks candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada yang mengatakan abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam.
Taman Rekreasi Stanum merupakan sebuah tempat rekreasi yang terletak di ibukota Kabupaten Kampar, berjarak 1 Km dari pusat kota. Tempatnya menarik dan strategis, yakni berada diatas perbukitan yang berhawa sejuk dengan pepohonan yang rindang. Kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya tempat pemandian, Musholla, Gedung Perternuan, Motel, Restoran, Panggung Hiburan, Bioskop dan Kolam Renang "INDOPURA" berskala Internasional, yang pernbangunannya merupakan hasil kerjasama pemerintah Indonesia dengan angkatan udara pemerintah Singapore.
Mesjid Jami' berlokasi di Air Tiris Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Mesjid Jami’ dekat Pasar Air Tiris Kecamatan Kampar, mesjid ini juga memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan mesjid-mesjid lain di Propinsi Riau. Mesjid ini dibangun pada tahun 1901. Pada puncak atapnya terdapat tingkatan menara yang cukup tinggi dan bahan bangunannya terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku besi. Di luar mesjid terdapat sebuah sumur yang di dalamnya terendam batu besar yang mirip kepala kerbau. Konon, batu tersebut selalu berpindah tempat tanpa ada yang memindahkannya. Oleh masyarakat tempatan mesjid ini dianggap keramat dan kini banyak mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia untuk membayar nazar dan mandi di sumurnya. Kunjungan yang terbanyak sesudah Bulan Puasa atau pada hari raya Puasa Enam.
Museum Kandil Kemilau Emas berlokasi di Pulau Belimbing Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Museum ini resminya baru pada tanggal 22 Mei 1988 berada di pulau Belimbing Kuok Bangkinang. Museum ini adalah sebuah rumah berbentuk rumah Adat Lima Koto Kampar yang dibangun sekitar tahun 1900 oleh almarhum Haji Hamid. Kini dalam museum ini tersimpan berbagai barang antik koleksi yang memiliki nilai sejarah seperti Barang tembikar, Alat Pertukangan, Alat Pertanian, Alat-alat penangkap ikan, alat-alat kesenian, Alat-alat pelaminan, Alat-alat perdagangan, Alat pesta dan lain-lain. Disamping alat-alat tersebut tersimpan pula dayung perahu dagang terbuat dari kayu yang sangat kuat berasal dari abad ke 18, serta sebuah kompas yang terbuat dari bambu yang dibuat oleh bangsa China karena angka-angka yang tertulis pada kompas tersebut ditulis dalam aksara China. Ada dua ratus lima puluh (250) macam barang antik koleksi musium Kandil Kemilau Emas yang semuanya merupakan koleksi warisan yang telah turun temurun sebagai barang pusaka.
Makam Syekh Burhanuddin berlokasi di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Almarhum Syekh Burhanuddin adalah salah seorang penyebar Agama Islam, makamnya terletak di Kuntu Lipat Kain Kabupaten Kampar. Tempat ini banyak mendapat kunjungan terutama pada hari besar Islam dan menjelang bulan Ramadhan tiba.
PLTA Koto Panjang berlokasi di Desa Merangin, Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, ± 88 km dari kota Pekanbaru. Di Danau PLTA Koto Panjang ini dapat kita saksikan pemandangan alam yang sangat indah, dengan deretan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan dengan jenis yang beragam. Luas areal PLTA Koto Panjang ini sekitar 12.900 Ha.
Kawasan Bangkinang Siabu memiliki daya tarik alam yang khas dan indah, kondisi floranya cukup terjaga dengan baik khawasan juga dijadikan pusat perternakan lebah madu yang menghasilkan tawon yang berkualitas baik, dan di dalamnya dijadikan tempat pembibitan ikan. Objek wisata ini terletak di desa Siabu Kecamatan Bangkinang Barat.
Taman Rekreasi Bukit Cadika dikembangkan dari keindahan alam yang ada disekitarnya dengan menata dan melengkapi fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan sehingga membentuk taman rekreasi dan juga dipergunakan sebagai tempat camping (bumi perkemahan) dan play ground. Kawasan ini terletak di tengah kota Bangkinang.
Rumah Asli Lontiok terletak di desa Sipungguk Kecamatan Bangkinang Barat yang berusia lebih dari 100 tahun, daya tariknya terletak pada arsitekturnya yang mencerminkan budaya masyarakat Melayu Darat, dengan perpaduan budaya Islam.
Kawasan Bangkinang Kuok ini berada di desa Siabu Kecamatan Bangkinang Barat yang merupakan objek wisata yang memiliki keindahan alam kawasan hutan yang masih asli dengan flora yang sangat khas. Hutan wisata ini juga berfungsi sebagai tempat penelitian. Terutama fenomena alam baik flora maupun fauna. Jenis objek wisata ini adalah wisata petualangan dengan menelusuri hutan sambil menikmati kesegaran dan ketenangan serta keindahan alam di dalam dan disekitar hutan tersebut.
Taman Wisata Margasatwa Obyek wisata ini berupa kawasan taman suaka marga satwa yang menjadi habitat bagi berbagai jenis burung, baik burung yang sepanjang masa menetap di kawasan ini, maupun burung-burung yang secara teratur bermigrasi dan menetap sementara dikawasan ini. Kekayaan fauna, diantaranya kupu-kupu dan kumbang-kumbang yang memiliki keterkaitan dengan habitat ini, yang keindahan ditunjang oleh keberadaan flora-flora khas yang tumbuh dikawasan ini, baik dari jenis tumbuhan kecil, perdu hingga pohon-pohon besar lainnya menjadi dayatarik objek wisata ini. Lokasi objek wisata ini berada di desa Sialang Kubang Kecamatan Siak Hulu.Lansekap kawasan yang masih alami dilokasi obyek wisata ini menjadi daya tarik yang sangat kuat, sehingga banyak dikunjungi para wisatawan, terutarna bagi wisatawan yang tertarik untuk mempelajari fenomena alam, baik flora maupun fauna.
7. ROKAN HULU
Cipogas, Bendungan Kaiti terdapat batu-batuan yang besar dengan aliran sungai dari kaki Bukit Haorpit yang terjal dan berbatu, konon dahulu kala tempat petua-petua melakukan semedi/pertapaan. Daerah ini memiliki cerita/dongeng yang dapat kita tanyakan kepada juru kunci daerah ini. Daerah Cipogas dan Bendungan Kaiti dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua sekitar 4 km dari Pasirpengarayan serta bersimpangan dengan objek Air Panas Pawan dan Goa Huta Sikafir, disamping itu bendungan yang genangan airnya menjadikan tempat ini cocok untuk berekreasi sambil mendayung kereta air yang dapat disewa kepada pemilik kereta air disekitar danau, kegiatan ini lebih cocok untuk melihat tebing batu-batu sungai sepanjang danau ke hulu sungai cipogas, di hulu sungai ini tidak jauh berjalan ada tebing yang terjal untuk kegiatan panjat tebing, disini selalu dijadikan kegiatan pertandingan panjat tebing alam yang diselenggarakan oleh FPTI.
Sungai Bungo adalah sebuah kampung dikaki bukit Hadiantua dengan penduduk sekitar 30 KK dengan pencaharian penduduk berkebun, berladang, serta meramu hutan. Daerah yang asli perkampungan tanpa pengaruh modernisasi dan terisolir sekitar 1 jam perjalanan dari bendungan Cipogas. Tempat ini cocok dijadikan Ecotourism, dimana segala kegiatan yang memiliki sifat menjauhkan diri dari keramaian dan tidak menuntut fasilitas yang baik, sifat berpetualang dan berkemah dipinggir kampung, serta melihat rutinitas masyarakat.
Rumah Batu Serombou terletak di desa Serombou Indah sekitar 12 km dari jalan propinsi dengan kondisi jalan dapat dilalui kendaraan roda empat pada musim kemarau. Terdapat 3 batu berbentuk rumah secara radial menonjol keluar seperti payung, bagian bawah menjorok berlobang, hutan dan bebatuan yang berbentuk binatang serta benda-benda rumah yang terlihat tidak jelas dan nyata (Gejala alam yang beraturan). Dikisahkan sebuah dongeng tentang sumpah seorang yang sakti terhadap kampung yang durhaka tidak menjalankan syariat Islam hingga satu kampung disumpah menjadi batu. Dekat daerah ini terdapat sebuah kampung yang terisolir dari modernisasi tempat ini dikenal orang dengan desa Tanjung Botong.
Makam Raja-Raja Rambah terletak di desa Kumu sekitar 9 km dari pasirpengarayan dan masuk sekitar 100 meter dari jalan propinsi dengan kondisi jalan semenisasi. Daerah ini adalah bekas Kompleks kerajaan Rambah yang terakhir, terdapat beberapa makam Raja Rambah yang terkenal. Masuk ke tempat ini berkesan suasana angker dikarenakan makam-makam telah ditumbuhi kayu-kayu besar, ada salah satu makam raja Rambah yang dilindungi oleh urat-urat kayu ara sehingga makam tersebut seperti terletak di dalam pangkal kayu sehingga para peziarah melihat makam harus merunduk masuk kedalam jalinan urat kayu ara tersebut.
Benteng Tujuh Lapis. Setelah melihat makam kita bisa langsung melanjutkan dengan kendaraan ke daerah Dalu-dalu Kecamatan Tambusai sekitar 23 km dari makam raja-raja Rambah. Benteng tanah yang dibuat masyarakat dalu-dalu pada zaman penjajahan Belanda atas petuah Tuanku Tambusai di atas bumbun tanah ditanam bambu atau aur berduri. bekas benteng tersebut yang ditinggalkan Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. Disekitar daerah dalu-dalu ini juga terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut Kubu.
Istana Rokan (Rumah Tinggi) terletak di desa Rokan IV Koto sekitar 46 km dari Pasir Pengarayan. Istana Rokan adalah peninggalan kesultanan “Nagari Tuo” berumur 200 tahun. Istana dan beberapa rumah penduduk sekitar ini memiliki koleksi ukiran dan bentuk bangunan lama khas melayu (Rumah tinggi).
Taman Nasional Bukit Suligi memiliki jenis flora dan fauna yang dilindungi oleh pemerintah, ada danau yang indah didalam taman ini yang dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat yang berkunjung. Selain berekreasi tempat ini dijadikan tempat penelitian biologi yang membuat tempat ini menarik. Terdapat sumber air panas yang tidak terlalu besar serta goa-goa dan seramnya hutan yang lebat. Bagi para wisatawan yang ingin bermalam ditempat ini disediakan camping ground.
Mesjid Tua Kunto Darussalam terletak sekitar 62 km dari Pasirpengarayan yang didirikan pada tahun 1937 oleh R.T. Muhammad Alie dan terdapat 3 makam ahli Suluk (Khalifah) Tengku Imam Khalifah Muda dan Imam Nawawi. Mesjid Tua Kunto Darussalam ini sebagai pusat Tarkat Na’syahbandiyah, dalam perkembangan selanjutnya dibangun “bangunan suluk” pada tahun 1958.
8. PEKANBARU
Mesjid Raya dan Makan Marhum Bukit serta Makam Marhum Pekan. Mesjid Raya Pekanbaru terletak di Kecamatan Senapelan memiliki arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di Kota Pekanbaru. Mesjid ini dibangun pada abad 18 dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di kota ini pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya. Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766 – 1780, sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780.
Balai Adat Riau terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru. Dibangun dan didesain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Balai Adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat resmi Melayu Riau. Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua lantai, di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama dapat kita baca pasal 1 - 4, sedangkan pasal 5 – 12 terdapat di bagian dinding sebelah dalam ruangan utama.
Taman Rekreasi Danau Buatan Lembah Sari berlokasi di Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Limbungan adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 kilometer dari kota Pekanbaru. Pemandangan alam sekitar danau dengan panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, bersepeda air dan lain-lain.
Kolam Pancing Alam Mayang berlokasi di Jl. H. Imam Munandar, lebih kurang 8 Km dari pusat kota Pekanbaru Kecamatan Bukit Raya. Alam Mayang nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan gurami, lemak, nila dan sepat siam,siap untuk kita bawa pulang bagi keluarga. Lebih menyenangkan lagi memancing bersama keluarga karena di areal kolam terdapat kantin kecil-kecilan. Terbuka kesempatan setiap hari bersantai di Alam Mayang dan sesekali kemampuan kita diuji pula dalam lomba memancing ikan.
Museum Sang Nila Utama terletak di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, museum ini menyimpan berbagai aneka koleksi benda-benda seni, budaya dan bersejarah propinsi Riau. Tidak jauh dari dari museum ini terdapat satu bangunan khas dengan arsitektur melayu yang kental yaitu Gedung Taman Budaya Riau, dimana gedung ini digunakan sebagai tempat untuk pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni melayu Riau, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Dekranasda Riau, terletak di ujung jalan Sisimangaraja, merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru, segala macam aksesories dapat dijumpai seperti busana melayu, batik Riau, kain tenun dan songket, berbagai kerajinan kayu dan lain-lain
Mesjid Agung An-Nur merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.
Pasar Bawah terletak di utara Pekanbaru, yang merupakan pusat perbelanjaan barang-barang antik, aksesories rumah tangga dari dalam dan luar negeri, seperti keramik, karpet, lampu-lampu antik dan elektronik, pasar ini juga menyediakan barang-barang bekas yang mempunyai kualitas bagus.
Plaza Senapelan merupakan salah satu tempat wisata belanja yang selalu ramai dikunjungi, terletak di kawasan bisnis, persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar, menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, makanan, handphone, pusat kebugaran, perlengkapan olahraga serta restoran dengan aneka makanan pilihan.
Plaza Citra terletak di persimpangan jalan Tuanku Tambusai dan Pepaya yang merupakan pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai macam produk antara lain: busana ekslusif modern atau busana muslim, aneka batik pilihan, kosmetika, aksesories pria dan wanita, olahraga juga terdapat pasar swalayan dan mau nontonpun ada. Datang aja ke sini!
Plaza Sukaramai kawasan yang memiliki lokasi strategis ini terletak di pusat kota jalan jend. Sudirman Pekanbaru, membuat pusat perbelanjaan Plaza Sukaramai ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah di Pekanbaru dan Riau umumya. Menyediakan berbagai macam pilihan kebutuhan untuk diberikan kepada orang-orang yang anda sayangi dengan harga yang relatif murah.
Mal Pekanbaru terletak di seberang Plaza Senapelan persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar, merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan. Food court, elektronik dan handphone yang relatif terjangkau serta swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor semakin menambah semaraknya Mal Pekanbaru.
Mal SKA merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang terletak di barat kota Pekanbaru, terdapat pertokoan yang menyediakan berbagai keperluan rumah tangga, makanan, peralatan kantor, olahraga, menyediakan busana modern, kosmetika dan restoran dengan aneka makanan pilihan.
Bagi yang hobi berolahraga khususnya golf, di Pekanbaru tersedia Padang Golf yang tersebar dibeberapa tempat, antara lain :
- Pekanbaru Golf Course Country Club, di Kubang, Kulim
- Simpang Tiga Golf Course, di Komplek AURI
- Rumbai Golf Course, di Complex IKSORA Rumbai
Arena Purna MTQ XVII berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tidak jauh dari kawasan bandar udara Sultan Syarif Kasim II (SSK II). Tempat dibangun untuk penyelenggaraan MTQ Nasional ke XVII, tahun 1994 yang lalu. Di arena ini kita dapat menikmati suasana santai yang mengasyikkan sambil menyantap berbagai macam makanan yang banyak di jual, mulai dari makanan ringan seperti jagung bakar, hingga makanan yang mengenyangkan ada tersedia di sini. Berbagai konser dan pentas seni juga dapat kita saksikan, baik di halaman purna MTQ ini maupun di dalam gedung/hall. Selain itu kita dapat pula berkeliling-keliling untuk melihat berbagai rumah adat setiap kabupaten dan kota se-propinsi Riau.
Taman Puteri Kaca Mayang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tepatnya di depan kantor walikota Pekanbaru. Taman Puteri Kaca Mayang ini merupakan tempat rekreasi keluarga yang berada di jantung kota Pekanbaru, sehingga mudah dicapai dengan transportasi umum yang ada. Bagi anak-anak, arena ini cukup menarik perhatian karena di tempat ini mereka dapat menggunakan berbagai fasilitas hiburan yang ada seperti kolam renang, komedi putar, bombom car, dan masih banyak lagi permainan yang tentunya menyenangkan dan mengasyikkan. Untuk hari-hari libur, tempat ini selalu dipadati pengunjung yang datang baik dari kota Pekanbaru sendiri maupun dari luar daerah.
9. DUMAI Padang Golf. Asal-usul golf, tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa sejarahwan yakin bentuk awal permainan golf berasal dari Yunani, dimana para penggembala dulu, memukul batu dengan tongkat mereka. Olahraga golf dewasa ini dinikmati sebagai aktivitas rekreasi yang populer. Golf juga merupakan olahraga tontonan yang menarik dengan diadakannya berbagai turnamen-turnamen, akhirnya menjadi populer. Di Dumai terdapat 2 lapangan golf masing-masing milik Pertaminadengan 18 hole dan milik Caltex dengan 9 hole. Apabila anda ke Dumai, cobalah bermain golf di lapangan BUKIT DATUK, lapangan yang terbuka untuk siapa saja, menarik dan mengasyikkan.
Mesjid Raya Dumai merupakan mesjid kebanggaan masyarakat kota Dumai, yang mempunyai bentuk bangunan yang unik, menarik, megah dan indah. Bagi wisatawan yang tertarik dengan wisata religi dapat mengunjungi mesjid raya Dumai ini bersama keluarga, tentunya menyejukkan hati dan bermanfaat.
Pesanggrahan Putri Tujuh berlokasi di daerah kawasan kilang operasional Pertamina UP II Dumai, mempunyai keunikan tersendiri, biasanya makam diisi oleh satu orang, maka jika dilihat makam Putri Tujuh satu makam terdiri dari tujuh orang Putri. Menurut legenda masyarakat Dumai, terjadinya tujuh orang Putri dimakamkan secara bersama-sama disebabkan sewaktu musuh sedang menyerang, ibunda Putri yang bertindak Ratu pada saat itu menyembunyikan ke tujuh Putrinya ke dalam lubang yang beratapkan tanah, tanpa disadari oleh Ibunda, rupanya ketujuh putrinya tewas tertimbun oleh tanah, oleh sebab itu ketujuh Putri tersebut dimakamkan dalam satu makam. ***

Wisata Alam

Wisata Alam
1. INDRAGIRI HILIR
Pantai Solop Pulau Cawan merupakan salah satu obyek wisata pantai/bahari yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir. Suatu pantai yang unik untuk dikunjungi, karena mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di dunia. Keunikannya adalah terdapat kawasan rawa/lumpur berpasir putih dari kulit kerang-kerangan yang dibawa ombak ke daratan pantai. Pantai Solop cukup menarik untuk dikunjungi apalagi letaknya yang strategis yakni di jalur pelayaran Tembilahan - Pulau Batam. Keindahan Pantai Solop adalah terdapatnya pulau-pulau kecil di depan pantai dan disini juga juga dapat dinikmati pemandangan matahari terbenam di waktu sore, menambah keindahan dan daya tarik tersendiri dengan keasrian alamnya.

Bukit Berbunga terletak disebelah selatan Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, dengan jarak lebih kurang 4 km dari Desa Selensen (ibukota Kecamatan Kemuning), dan dapat ditempuh melalui jalan setapak yang berbukit-bukit dan melintasi dua buah sungai kecil. Disepanjang tebing Bukit Berbunga tumbuh berbagai jenis macam bunga yang menyelimuti bukit dengan aneka warna-warni menaburkan aroma sepanjang tahun.

Air Terjun terdapat disebelah utara Desa Batu Ampar. Untuk menuju ke lokasi air terjun yakni dari Desa Batu Ampar menelusuri jalan Lintas Timur menggunakan kendaraan roda empat, dilanjutkan dengan menelusuri jalan setapak, menempuh hutan berbukit-bukit sejauh lebih kurang 2 km. Ketinggian air terjun lebih kurang 15 meter dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Disisi alur air terjun terdapat bebatuan yang menyerupai tangga untuk naik ke atas, sedangkan dalam air sungai paling dalam 1,5 meter.

Pulau Burung (Agro Wisata) dikenal dengan sebutan pulau berkanal, dimana pada kawasan pulau ini terdapat beberapa kanal yang cukup menantang bagi pengunjung untuk menelusuri kanal-kanal yang lebarnya 3 meter. Kanal-kanal tersebut membuat petakan-petakan perkebunan kelapa hybrida, kelapa lokal, kelapa sawit, perkebunan nenas dan kebun bunga serta kawasan tambak udang dan ikan.

Danau Taga Raja Guntung luasnya sekitar 100 Ha, menurut cerita dulunya dikenal dengan sebutan Kolam Raja, dimana kolam ini merupakan tempat pemandian dan sumber air bersih bagi Kerajaan Kateman. Kawasan Danau Taga Raja akan dikembangkan sebagai kawasan penyediaan air bersih dan kawasan pariwisata terpadu dengan luas kawasan sekitar 20 Ha. Akan dikembangkan Taman Rekreasi, Taman Pancing, Wisata Tirta dan Resort Pariwisata. Jarak danau cukup dekat dari kota Guntung yaitu sekitar 4 Km dan telah banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya sebagai tempat rekreasi dan wisata alam.

Kawasan Pekan Arba merupakan tempat rekreasi bagi mayarakat Kota Tembilahan, karena lokasi ini berdekatan dengan Kota Tembilahan. Kawasan ini terdapat dipinggir Sungai Batang Sebatu yang dari tahun ketahun mengalami pendangkalan dan mengakibatkan hubungan/transportasi antara Pekan Arba dengan desa-desa seberangnya menjadi sulit. Oleh karena sulitnya hubungan ini, maka masyarakat berusaha mengatasinya dengan membuat sampan/perahu yang berbentuk leper atau rata dibagian bawahnya dan dapat berjalan serta meluncur di pantai lumpur maupun diatas air, sehingga sampai sekarang dijadikan sebagai alat transportasi di kawasan ini. Kegiatan ini akhirnya dimanfaatkan menjadi atraksi wisata yang setiap tahunnya diperlombakan. Di lokasi ini juga tersedia fasilitas penunjang berupa : Pintu Gerbang, Pos Jaga, Tribun Pengunjung terbuka, WC umum, Tempat Parkir dan sebagainya.

2. PELALAWAN
Objek Wisata Bono terletak di Desa Teluk Meranti, sepanjang sungai Kampar. Bono adalah fenomena alam yang datang sebelum pasang. Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang. Pada musim pasang tinggi, gelombang sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter, membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai. Peristiwa ini terjadi setiap hari, siang maupun malam hari. Hal yang menarik turis ke objek wisata ini adalah kegiatan berenang, memancing, naik sampan, dan kegiatan lainnya.

Hutan Lindung Kerumutan juga dikenal sebagai reservasi hutan liar yang terletak di Desa Kerumutan, Kecamatan Kerumutan. Luas hutan mencapai 93.222,20 Ha hutan liar yang dihuni oleh beberapa hewan dan pohon yang dilindungi seperti: timber (shorea ASP), punak (tetrameriotaglabra miq), Nipa Palm (Nypa Fruticons, Harimau Sumatera (Ponthera Tigris Sumatransis), Macan Tutul (Neovelis Nebulosa), Ikan Arwana (Scheropoges Formasus), Itik Liar (Cairina Scutalata), dan lain-lain.

Objek Wisata Agroniaga Kuala Kampar dan Teluk Meranti, dapat dicapai dengan transportasi darat, melalui desa dan jalan-jalan setapak. Wilayah ini adalah tempat untuk budidaya ikan dan udang. Disamping wisata agro, dapat juga menjadi tempat belanja sambil menikmati ikan dan udang. Wilayah Langgam, objek wisata perkebunan sawit dan karet. Tempat ini dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari Pangkalan Kerinci.

Tidal Forest of Mokoh River terletak sejauh 15 km dari Pangkalan Kerinci dan dapat dicapai dengan transportasi darat. Di desa ini, kita dapat menikmati udara yang sejuk dan segar jauh dari polusi. Disamping itu, kita juga dapat memancing dan bersampan. Pada tempat ini, para turis dapat menikmati pemandangan dari hutan tadah hujan sepanjang sungai Mokoh.

Objek wisata Air Panas di Pangkalan Lesung terletak 9 km dari Monumen Equator atau ke arah Barat Desa Pangkalan Lesung, dapat dicapai dengan transportasi darat lewat jalan tanah sejauh 5 km dan selebihnya menggunakan jalan setapak melalui jalan lumpur.
Desa Langgam terletak sekitar 25 km dari Pangkalan Kerinci, terbentang sungai yang menyenangkan dan sejuk untuk rekreasi memancing. Terdapat hutan dengan pohon-pohon yang besar yang berumur ratusan tahun yang membuat suasana menjadi lebih sejuk sambil menikmati ikan bakar sebagai hasil dari memancing di sungai.

Kolam Tajwid terletak tidak jauh dari desa Langgam 10 menit dari Sungai Kampar ke arah hulu. Dinamai Kolam tajwid, konon kabarnya karena bentuk dari kolam ini seperti tanda tanjwid menurut aksara arab. Sedangkan kepemilikan kolam ini dipegang oleh masyarakat adat. Dimana setiap kegiatan penangkapan ikan di kolam ini haruslah seizin dari pucuk adat, selanjutnya hasil tangkapan tersebut akan dilelang kepada masyarakat oleh pucuk adat selaku pimpinan masyarakat adat setempat. Kemudian pemenang lelang akan memperoleh hak menguasai hasil kolam ini untuk satu tahun kedepan. Bagi masyarakat luar tidak perlu khawatir, karena Anda juga diperbolehkan memancing dan menikmati hasil kolam ini dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pucuk adat atau pemenang lelang.
Desa Betung terletak 56 km dari Pangkalan Kerinci, dapat dicapai dengan transportasi darat melewati jalan tanah dan bebatuan. Desa ini adalah pusat Budaya Petalangan. Di desa ini terletak bangunan Pusat Budaya Petalangan di tepi sungai yang digunakan untuk berkumpul. Disamping itu, terdapat hutan liar seluas 40 Ha yang dihuni oleh berbagai jenis pohon berumur ratusan tahun.

3. ROKAN HILIR
Pulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagan Siapi-api, dan 45 mil dari negara tetangga yakni Malaysia, sedangkan Propinsi Sumatera Utara merupakan propinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya. Pulau-pulau yang terdapat di Pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Pada musim angin barat laut tiba, gelombang di Selat Malaka sangat besar sehingga biasanya nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan disekitar perairan Pulau Jemur ini berlindung di bagian tengah Pulau Jemur yang terdapat air laut yang tenang. Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang barulah para nelayan keluar untuk memulai aktivitas menangkap ikan kembali. Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah, selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, disamping penyu-penyu tersebut naik ke pantai dan bertelur, penyu tersebut menyimpang telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai, satwa langka ini dapat bertelur 100 sampai 150 butir setiap ekornya. Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut dan pantai berpasir kuning emas.

Danau Napangga terletak di Kecamatan Tanah Putih 70 Km dari Ujung Tanjung. Tepatnya di hulu sungai batang kumuh desa Tanjung Medan perbatasan dengan kabupaten Rokan Hulu dan propinsi Sumatera Utara. Luas Danau Napangga sekitar 500 Ha ini memiliki pesona alam yang sangat indah, air danaunya yang tenang, membuat kira geram untuk menceburkan diri. Danau Napangga memiliki keunikan tersendiri, karena menurut legenda danau ini merupakan tempat persinggahan Raja pada zaman dahulu dan di dalam danau ini hidup species ikan Arwana Sumatera yang mahal harganya. Tidak jauh dari daerah ini tinggal masyarakat Bonai salah satu suku asli yang tinggal di Rokan Hilir. Jalan menuju lokasi Danau Napangga hampir semua sudah diaspal, sehingga sangat memudahkan kita untuk datang kesana.

Batu Belah Batu Bertangkup terletak di desa Bantayan. Bentuknya sebongkah batu besar, yang tengahnya terbelah. Bentuknya mirip kerang raksasa yang sudah menjadi fosil. Dalam buku lintasan Sejarah Rokan, disebutkan bahwa Batu Belah Batu Bertangkup ini pada mulanya merupakan binatang yang hidup, sejenis kerang. Kemudian oleh orang Portugis, kedalam mulut kerang tersebut dicurahkan air kapur yang cukup banyak. Akibatnya kerang raksasa itu mati. Konon, sebelum kerang itu mati, ia memakan hewan apa saja yang tersesat dan masuk kedalam mulutnya. Batu belah mengandung sebuah legenda, tentang seorang ibu yang kecewa melihat tingkah laku anaknya yang sangat nakal. Demikian kecewanya kepada si anak, Sang ibu bunuh diri dengan membiarkan dirinya ditelan batu belah itu.

Pulau Tilan terletak kurang lebih 20 Km dari Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih, atau bila perjalanan melalui Dumai, dengan menempuh jarak sekitar 40 Km, kita akan sampai di Desa Rantau Bais. Pulau Tilan terletak diseberang Desa Rantau Bais yang dibelah oleh sungai Rokan. Bila ingin ke Pulau Tilan kita harus menggunakan sampan yang memakan waktu sekitar 10 menit. Bibir pantai yang putih, panorama alam yang indah merupakan potensi pariwisata yang sangat besar. Pulau Tilan mempunyai pantai yang sangat indah disepanjang aliran sungai Rokan.

Bono sungai Rokan merupakan gelombang yang sangat besar, dengan menyatunya gelombang laut, kemudian gelombang tersebut menghempas ke muara sungai Rokan serta melintas menyisir bibir sungai Rokan. Para pelaut dan nelayan sangat takut bila bertemu dengan Bono, jika salah hitungan bisa-bisa kapal yang sedang berlayar menjadi mangsa bono. Namun ketakutan yang dirasakan seakan-akan hilang ketika melihat masyarakat setempat bermain dengan bono, dengan mesra, canda dan tawa masyarakat setempat naik diatas punggung bono, hal ini dapat kita nikmati di tepi sungai Rokan.

Desa Rantau Bais merupakan desa yang tergolong masih alami, belum tersentuh dan dipengaruhi budaya asing. Desa yang letaknya tidak jauh dari jalan raya lintas Pekanbaru – Medan ini memiliki potensi wisata yang sangat besar, baik dari segi keindahan panorama alamnya, budaya bahkan adat istiadat masyarakatnya sangat unik dan menarik. Di perkampungan ini kita dapat melihat rumah – rumah tua yang berarsitektur melayu tradisional. Kampung Rantau Bais terletak berhadapan dengan Pulau Tilan, dibatasi oleh Sungai Rokan, untuk sampai ke tempat ini tidaklah begitu sulit, sekitar jarak 10 km dari simpang jalan raya lintas Pekanbaru – Medan kita akan sampai di desa Rantau Bais, arahnya menuju Sungai Rokan.

4. INDRAGIRI HULU
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) memiliki luas 144.223 Ha, dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest), kawasan ini merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan dengan ekosistem yang unik dan berbeda dibandingkan dengan kawasan taman nasional lainnya yang ada di Indonesia. Bukit Tiga Puluh merupakan hamparan perbukitan yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan terletak di perbatasan Propinsi Jambi dan Riau, daerah ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) sehingga membentuk sungai-sungai kecil dan merupakan hulu dari sungai-sungai besar di daerah sekitarnya. Beberapa jenis fauna yang dapat dijumpai di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh antara lain : Harimau Sumatera, Beruang Madu, Tapir, Siamang, Kancil, Babi Hutan, Burung Rangkong, Kuaw, dan berbagai jenis satwa lainnya. Sedangkan jenis flora langka yang diduga endemik di kawasan tersebut adalah Cendawan Muka Rimau (Rafflesia haseltii). Selain merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna langka dan dilindungi, kawasan TNBT juga merupakan tempat hidup dan bermukim beberapa komunitas suku terasing seperti Talang Mamak, Anak Rimba dan Melayu Tua, yang menjadikan kawasan ini menarik untuk dijelajahi.

Air Terjun di kabupaten Indragiri Hulu ini terdapat di beberapa Kecamatan, seperti : Air Terjun Sungai Arang di desa Arang, Air Terjun Pontianai di desa Pontianai, Air Terjun Pejangki di desa Pejangki, Air Terjun Nunusan di desa Sanglep, Air Terjun Siamang, Buyung, Pintu Tujuh dan Tembulun di desa Rantau Langsat, Air Terjun Bukit Lancang di desa Tualang Lakat.

5. BENGKALIS
Pantai Rupat Utara Tanjung Medang berlokasi di Kecamatan Rupat. Kawasan Pantai Pasir Panjang adalah Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai, dengan mudah dapat dicapai karena dari Dumai tersedia transport laut untuk penumpang umum. Pasir di pantai ini berwarna putih dan bersih yang memungkinkan pengunjung untuk mandi, berjemur, berolahraga air, rekreasi keluarga dan bersantai menikmati kejernihan air lautnya dengan ombak yang sedang-sedang saja.

Tasik Putri Pepuyu berlokasi Desa Tanjung Padang / Pulau Padang Merbau, merupakan daerah ditengah hutan lindung yang belum banyak disentuh oleh manusia sehingga belum ada kerusakan dan perubahan. Tasik Putri Pepuyu terkenal denga legenda tentang cinta Raja Terubuk dan Putri Pepuyu yang tidak kesampaian. Tasik Putri Pepuyu mempunyai potensi wisata seperti berkemah, berperahu dan lain-lain

Tasik Nambus berlokasi di Desa Tanjung, pulau Tebing Tinggi, kira-kira 30 menit dengan menggunakan jalan darat dari pelabuhan Selat Panjang. Tasik Nambus dikelilingi hutan lindung, selama bulan syafar masyarakat setempat melakukan pemandian di danau ini.

6. SIAK
Wisata Bahari di Kabupaten Siak yaitu Danau Pulau Besar terletak di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Sri Indrapura, dengan luas sekitar 28.000 Ha, dan Danau Naga di Sungai Apit. Danau Bawah dan Danau Pulau Besar terletak dekat lapangan minyak Zamrud, Kecamatan Siak, memiliki panorama indah yang mengagumkan dan menarik. Di sekitar danau masih ditemukan hutan yang masih asli. Kondisi danau maupun hutan di sekitar danau berstatus Suaka Marga Satwa yang luasnya mencapai 2.500 hektar, dimana masih terdapat berbagai aneka jenis satwa dan tumbuhan langka. Sumber daya hayati yang terdapat di danau ini seperti pinang merah, ikan arwana dan ikan Balido yang termasuk dilindungi. Keanekaragaman jenis satwa liar di Suaka Marga Satwa danau Pulau Besar dan danau Bawah merupakan kekayaan tersendiri sebagai objek wisata tirta di Riau Daratan.

7. KAMPAR
Air Terjun Merangin terletak di desa Merangin Kecamatan Bangkinang Barat, merupakan objek wisata yang memiliki keindahan alam berupa air terjun dan kawasan hutan yang masih asli dengan flora yang sangat khas. Jenis objek wisata ini adalah wisata petualangan dengan menelusuri hutan sambil menikmati kesegaran dan ketenangan serta keindahan alam di dalam dan disekitar hutan tersebut.

Hutan Wisata Rimbo Terantang, Objek wisata ini berada di desa Padang Lawas yang merupakan objek wisata yang memiliki keindahan alam kawasan hutan yang masih asli dengan flora yang sangat khas. Hutan wisata ini juga berfungsi sebagai tempat penelitian. Terutama fenomena alam baik flora maupun fauna. Jenis objek wisata ini adalah wisata petualangan dengan menelusuri hutan sambil menikmati kesegaran dan ketenangan serta keindahan alam di dalam dan disekitar hutan tersebut.

Pemandian Alam Petapahan, Pemandian Alam Petapahan ini terletak di Desa Petapahan Kecamatan Tapung. Merupakan tempat pemandian dengan sumber mata air berasal dari alam. Daya tarik objek wisata ini adalah keindahan alam di sekitar tempat pemandian Petapahan ini, terdapat jalan setapak untuk mencapai ke pemandian dan untuk menikmati keindahan alamnya. Lokasi obyek wisata ini sangat menarik, terutama suasana alami yang ada, dan struktur lansekap disekitar lokasi yang sangat atraktif, sangat sesuai untuk bersantai melepas lelah, karena ketersediaan fasifitas-fasilitas pendukung yang disediakan, seperti warung, rumah makan bersuasana tradisional, shefter-shelter yang nyaman untuk bercengkrama.

Taman Rekreasi Sekijang ini dikembangkan dari sejarah yang dimiliki oleh tempat ini, yaitu sebagai tempat persembunyian sepasang pengantin yang melakukan kawin lari. Lokasi wisata ini berada di desa Sekijang di Kecamatan Tapung Hilir. Perkawinan kawin lari merupan adat istiadat yang masih ada sampai saat ini terutama dilakukan oleh keturunan asli masyarakat kecamatan ini. Selain sejarah tempat ini, daya tarik objek wisata ini adalah keindahan alam yang telah tertata baik yang berada di sekitar taman rekreasi tersebut.

Air Terjun Alahan merupakan objek wisata berupa keadaan Sungai kampar yang memiliki banyak jeram dengan air terjun Keadaan Sungai Kampar yang memiliki banyak jeram dengan air terjun-air terjun yang sangat indah untuk dinikmati serta menarik untuk diarungi dengan menggunakan perahu khusus. Lokasi objek wisata tersebut terletak hulu sungai Kampar Kecamatan XIII Koto Kampar. Daya tarik obyek wisata ini adalah keindahan serta kesegaran udara dan yang mengundang wisatawan terutama bagi wisatawan yang memiliki jiwa petualangan dalam mengangumi keberadaan alam. Kekayaan fauna yang terdapat di obyek wisata ini yang memiliki keterkaitan dengan habitat ini, keindahan yang ditunjang oleh keberadaan flora flora khas yang tumbuh dikawasan ini, serta Lansekap kawasan yang masih alami dilokasi obyek wisata ini menjadi daya tarik yang sangat kuat.

Kawasan Kuala merupakan objek wisata alam yang memiliki Keindahan alam yang sangat menarik dan menabjubkan yang terletak 40 menit dari desa Air Tiris Kecamatan Kampar. Daya tarik kawasan ini adalah keindahan alamnya yang ditunjang oleh lansekap yang masih alami dan atraktif.

Alam Muara Mentawai merupakan objek wisata alam yang memiliki Keindahan alam yang sangat menarik dan menakjubkan yang terletak 30 menit dari desa Air Tiris Kecamatan Kampar. Daya tariknya adalah kawasan taman suaka marga satwa yang menjadi habitat bagi berbagai jenis burung serta keindahan floranya yang ditunjang oleh kawasan lansekap yang masih alami dan atraktif.

8. ROKAN HULU
Wisata Air. Sungai Rokan Kiri yang mengalir melintasi kota ujungbatu salah satu potensi untuk wisata air deras, atau wisata petualangan dengan menggunakan boat ke hulu sungai yang deras dengan tebing-tebing sungai yang cadas sekaligus dapat menyaksikan hutan sekunder disepanjang sungai, sambil melihat kehidupan tepi sungai sekitar 1 jam perjalanan kita akan jumpai air terjun hujan lobek di tebing sungai, dihulu sungai ada dua air terjun yang cukup tinggi yaitu air terjun sungai murai dan air terjun sungai tolang.

Sumber Air Pawan terletak di desa Pawan sekitar 9 km dari Pasirpengarayan. Mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor serta roda dua, uniknya becak jerman pun dapat melayani trayek langsung ke lokasi. Tempat ini sangat diminati oleh wisatawan, dengan keunikan ada dua sumber air panas dari gejala post vulkanis yang masing-masing sumber berbeda panas airnya (Suhu sisi kiri 600oC dengan debit air 7200 ml/dtk, sisi kanan 480-580oC dengan debit air 1800 ml/dtk), yang disalurkan ke beberapa pancuran yang jatuh di tepi sungai kecil yang airnya dingin dan bersih lagi jernih dengan suhu 200-250oC. Tempat ini baik untuk rekreasi kesehatan, sambil bersenang-senang bersama keluarga, yang didukung oleh alam yang asri serta tempat parkir yang luas, tersedia pula Camping Ground.

Goa Huta Sikafir berada sekitar 1 km dari sumber air pawan, kita akan menjumpai hutan dengan kayu-kayu besar, yang dililiti oleh urat-urat kayu hawa (Sulur). Didalam kawasan hutan 6 hektar inilah terdapat 41 goa-goa besar dan kecil yang setiap goa memiliki nama yang sesuai dengan kondisi goa, seperti contoh goa landak, goa ini seperti lobang sarang landak, goa tupai seperti parit yang panjang tidak terlalu sempit. Dari sekian banyak goa yang terkenal keindahannya ialah Goa Mata Dewa dan Goa Lepong, serta Goa Kulam. Goa-goa ini cukup membuat anda lelah berpetualang didalamnya bersama pemandu yang telah siap melayani jasa pramuwisata di Huta Sikafir.

Air Terjun Aek Martua terletak di kecamatan Bangun Purba merupakan air terjun bertingkat-tingkat, sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu, dapat ditempuh melalui jalan darat, kira-kira 2/3 dari bawah terdapat kuburan pertapa Cipogas dengan air terjun yang bertingkat-tingkat dan sungguh mengagumkan untuk dinikmati.

9. KUANTAN SINGINGI
“Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban” Lubuk Ambacang terletak di Kecamatan Hulu Kuantan 37 Km dari Teluk Kuantan. Ketika berada di Lubuk Jambi ibukota Kecamatan Kuantan Mudik (22 Km dari Teluk Kuantan) bus anda akan bergerak menuju arah Kiliran Jao dan selepas Kota Lubuk Jambi bertemu dengan persimpangan satu simpang ke kiri arah Kiliran Jao, disitulah tadi letaknya Terjun Guruh. Jika dari simpang selepas Lubuk Jambi, bus kita akan bergerak ke kanan terus sampai sejauh 11 Km akan sampai ke Kota Lubuk Ambacang Ibukota Kecamatan Hulu Kuantan. Dengan menaiki sampan bermesin (pompong) sejauh 4 Km anda akan melaluinya dengan kenyamanan arus sungai kadangkala tenang dan sunyi kadangkala ribut dengan gelombang arung jeramnya dilengkapi dengan pemandangan alam dan bukit-bukit yang terjal dengan hutan lindungnya yang masih asli. Dalam perjalanan kita dapat menyaksikan binatang kera, berbagai jenis burung dan binatang lainnya seakan menyapa bagi pengunjungnya. Akhirnya sampailah ke lokasi Air Terjun “Tujuh Tingkat Batang koban”. Tujuh Tingkat maksudnya terdapat tujuh buah air terjun yang bertingkat, akhirnya sampai ke dasar sungai dan terus mengalir ke Sungai Kuantan yang mengairi sebagian besar daerah Kuantan Singingi.

Air Terjun Guruh Gemurai terletak sekitar 25 Km dari Teluk Kuantan. Nama Guruh Gemurai diambil dari bahasa daerah setempat, dimana Guruh berarti Gemuruh (bunyi air terjun dimaksud), sedangkan Gemurai adalah percikan air yang berserakan. Jadi air terjun Guruh Gemurai berarti air terjun yang bunyi percikannya (curahannya) bergemuruh. Anda berada di Ibukota Kabupaten Kuantan Singingi yakni Teluk Kuantan dengan bus menuju arah Kiliran Jao Sumbar akan melalui Kota Lubuk Jambi, Ibukota Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, namun sebelumnya yakni 3 Km sebelum Lubuk Jambi (19 Km) dari Teluk Kuantan, anda dapat menikmati keindahan Danau “Kebun Nopi” tidak ada duanya di Kuantan Singingi. Anda berada di Lubuk Jambi Ibukota Kecamatan Kuantan Mudik masih Kabupaten Kuantan Singingi, 3 Km arah Kiliran Jao Sumbar, anda memulai perjalanan yang mendaki sesekali melalui jalan yang berbelok-belok dengan panorama alam yang terkenal bagian dari Bukit Barisan, sampailah anda ditengah-tengah pendakian yang berbukit-bukit and lurah, disanalah terdapat air terjun Guruh Gemurai, tepatnya di desa Kasang.

Air Panas Alam diseberang Sungai Pinang, Kecamatan Kuantan Mudik, 33 Km dari Teluk Kuantan. Dari Teluk Kuantan arah Kiliran Jao yakni 500 m sebelum sampai di Kota Lubuk Jambi, anda akan menjumpai simpang jalan ke arah kanan dan terus melanjutkan perjalanan 11 Km akan sampai ke satu tempat bersejarah yang konon sejak nenek moyang sudah dikunjungi beramai-ramai oleh masyarakat dalam dan luar Kuantan Singingi untuk berobat penyakit kulit, reumatik dan lain-lain. Itulah ‘Air Panas Alam’ yang keluar dari perut bumi atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Dari persimpangan jalan anda melalui beberapa desa yakni Pulau Binjai, Pabaun, Siak dan sampailah ke lokasi dimaksud.

Desa Wisata’ Kabupaten Kuantan Singingi, 3 Km dari Teluk Kuantan. Dari Ibukota Kabupaten Kuantan Singingi dimaksud, dengan menggunakan bus menuju ke timur yakni arah ke Rengat ibukota Kabupaten Indragiri Hulu sejauh 3 Km sampailah di desa Koto Sentajo yang ditetapkan sebagai ‘Desa Wisata’. Di desa ini dapat kita saksikan peninggalan sejarah atau adat nenek moyang berupa rumah adat dengan bagunan asli dengan motif khusus. Masyarakat di desa tersebut masih kental dengan adat kebiasaan yang diterima dari nenek moyang leluhurnya. Walaupun kehidupan masyarakat sudah jauh meninggalkan kebiasaan lama itu, namun ada hal-hal tertentu yang tidak mau ditinggalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di belakang desa wisata ini masih terdapat hutan yang asli, yang sampai sekarang masih dilarang untuk merusaknya, dan ini telah ditetapkan sebagai hutan lindung seluas 5000 Ha.

Danau Mesjid terletak 3 Km dari Teluk Kuantan. Dari Teluk Kuantan dapat ditempuh dengan bus menuju ke barat ke arah jalan Lubuk Jambi Kiliran Jao, dengan hitungan menit saja sampailah kita di simpang, belok ke kiri jalan ke ‘Danau Mesjid’ sejauh 300m dari simpang jalan raya. Disana anda dapat menikmati keindahan Danau Mesjid dengan sampan dayung serta fasilitas lainnya.

11. DUMAI
Kawasan Teluk Makmur terletak sebelah utara kota Dumai, mempunyai pesona alam berupa pantai dan perkampungan wisata melayu yang berhadapan langsung dengan pulau Rupat dan Selat Malaka. Mempunyai potensi wisata yang sangat baik dalam melakukan rekreasi bersama keluarga, disini kita dapat bermain selancar, berperahu, dan berjemur ditengah alam yang indah ditambah dnegan adanya rumah tua yang berarsitektur melayu.***

Riau Online

Hulu Riau Berpotensi Menjadi Kawasan Island Tour
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kepri, Drs Said Parman meyakini, kawasan sepanjang sungai Hulu Riau di kilometer 6 memiliki potensi island tour yang luar biasa besar.Pasalnya, dihiasi hutan mangrove yang cukup menawan, sepanjang sungai Hulu Riau juga memiliki sejumlah situs bersejarah yang cukup terkenal terutama di kalangan masyarakat Melayu yakni makam Raja Yang Dipertuan Muda Riau I dan II.
TANJUNGPINANG (Riau Online): Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kepri, Drs Said Parman meyakini, kawasan sepanjang sungai Hulu Riau di kilometer 6 memiliki potensi island tour yang luar biasa besar.Pasalnya, dihiasi hutan mangrove yang cukup menawan, sepanjang sungai Hulu Riau juga memiliki sejumlah situs bersejarah yang cukup terkenal terutama di kalangan masyarakat Melayu yakni makam Raja Yang Dipertuan Muda Riau I dan II.
""Dengan sentuhan secara profesional, kawasan sungai Hulu Riau bisa disulap menjadi sebuah island tour yang sangat elok. Namun, tentu saja keinginan untuk mewujudkan hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan," ujar Said di sela-sela ziarah makam di Hulu Riau.
"Dikatakan, sejauh ini pihaknya sedang mengupayakan untuk menggarap potensi-potensi yang dimiliki itu kendati masih bersifat perbaikan trehadap kondisi situs-situs yang ada. Tetapi, kedepannya Disbudpar akan mencoba merangkul investor yang ada untuk menjajaki potensi pembuatan island tour itu.
"Beberapa langkah perbaikan yang telah dilakukan antara lain, dengan membangun sarana dan prasarana menuju kawasan situs bersejarah berupa pelabuhan tambat, jalan menuju makam serta fasilitas umum lain seperti toilet. Khusus jalan menuju makam Daeng Celak, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
"Diharapkan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung di tempat tersebut, dapat menggugah minat wisatawan untuk menikmati keindahan alam Hulu Riau sambil berziarah ke makam leluhur Riau.
""Disbudpar memang sedang merencanakan untuk membuat satu paket wisata bersejarah mulai dari makam Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji serta Engku Putri Pulau Penyengat hingga ke makam Daeng Marewa dan Daeng Celak di Hulu Riau. Namun, mengingat segmen pasar wisata sejarah cukup terbatas, maka kita harus mensiasatinya dengan suguhan paket lain dalam formula island tour," katanya.
"Paket island tour yang dimaksud adalah dengan meyisir sepanjang Sungai Hulu Riau dengan menggunakan mesin temple atau perahu datar yang dilengkapi dengan café mini serta tempat untuk memancing yang diyakini bisa membuang kejenuhan para pelancong yang kesehariannya berkutat dengan pekerjaan.
"Meskipun tidak mudah untuk mendapatkan investor yang tertarik dengan wacana itu, tetapi dengan ekspose yang bagus serta jaminan keamanan yang meyakinkan, maka pastilah akan ada penanam modal yang melirik keindahan kawasan Hulu Riau.(ak/bpc)

Selasa, 10 Juni 2008

मेंतावाई Island

MENTAWAI ISLAND ADVENTURE 10 Days

$385.00
Ask a question about
this product...
MENTAWAI ISLAND ADVENTURE 10 Days

( Depart Every Monday & Thursday )

DAY 01 : ARRIVAL PADANG – DEPART FOR SIBERUT ISLAND
Arrival at Minangkabau International Airport and free program till departure to Siberut Island at 7 PM. Overnight on the Ferry

DAY 02 : ARRIVAL SIBERUT – JUNGLE TREKING ( L / D )
Arrive at Siberut Island about 7 AM and report to police station, leave for Bat Rarogot around 10 AM by a Speed Boat for 3 hours. Then trekking to Bat Obai Village, it takes about 3 hours. Overnight at local house

DAY 03 : JUNGLE ( B / L / D )
After breakfast leave Bat Obai for Kulukubuk Village. Stay at local house

DAY 04 : JUNGLE ( B / L / D )
After breakfast leave Kulukubuk for Butui Village. It takes about 4 hours walk. Stay at local house

DAY 05 : JUNGLE – Still at Butui Village ( B / L / D )

DAY 06 : JUNGLE ( B / L / D )
After breakfast leave Butui for Sakalio Village. It takes about 3 hours walk. Stay at local house

DAY 07 : JUNGLE – Still at Sakalio Village ( B / L / D )

DAY 08 : DEPART FOR MUARA SIBERUT ( B / L )
After breakfast, walk from Sakalio to Bat Rarogot and take a speed boat for Muara Siberut. Arrive at Muara Siberut, walk to Mailepe

Group Tour

Anyer, Banten & Mt Krakatau 4D3N Package (Group Tour)

$260.00
Ask a question about
this product...
Anyer, Banten & Mt Krakatau 4D3N Package (Group Tour)

This tour is valid for group tour with minimum 15 persons traveling together

D1. Jakarta - Transfer in
Arrival in Jakarta Airport, meet & greet with our crew and transfer to hotel in Anyer area (2-3 hours road trip).
Upon arrival in Anyer, proceed to hotel for check-in and Free time.

D2. Banten Old City Tour (BL)
After having a breakfast at hotel, start today's program by visiting :
- Masjid Agung Banten, this mosque was built by Sultan Maulana Hasanudin (the son of Sunan Gunung Jati/one of the Wali Sanga). Since then still used as a mosque and it has an old family tomb of Banten Sultanate.
- The Ruin of Kaibon Palace; This palace was bult for Queen Aisyah, the mother of Sultan Syafiudin. At 1832 Dutch destroyed this palace because Sultan Syafiudin refused to cooperate with colonial government.
- Speelwijk Fort; According to history this fort was built on 1682. Despite its architechtural value, it also has an old european tomb.
- Banten Museum; A lot of historical data related to Banten Sultanate can be found in here.
Return back to hotel anf Free Time

D3. Krakatau Boat Tour (BL)
After breakfast at hotel we depart to Carita Beach. Upon arrival at Carita we start to cross Sunda Strait to visit Mt. Krakatau by boat (1,5-2 hours trip).
Activities on Krakatau : Trekking up to the Peak of Anak Krakatau (2 hours up & 1 hour down), Snorkeling at the unspoilt beach nearby Anak Krakatau, Wild life watching, etc.
At noon we return to Carita & transfer back to hotel at Anyer.

D4. Anyer - Transfer out (BL)
After breakfast at hotel, free time until check-out time and transfer back to Jakarta Airport for your onward trip. End of Tour.

Tour Includes :
- 3 nights hotel accommodation with daily breakfast at Mambruk Anyer Hotel (twin sharing)
- A/C Private Transportation during tour
- Private Motorboat for visiting Mt Krakatau with its equipment and safety kits
- Professional English/Bahasa Indonesia Guide Services
- Entrance, parking, gasoline fees
- Lunch ("L") as spesified above

alfalfa

Program is simple.

1.

Take one teaspoon per day of our alfalfa powder for one week. Blend it with your favorite juice or beverage. This first week the alfalfa powder will cleanse your intestinal walls so that you can absorb the many nutrients it contains. Remember, Alfalfa - Medicago Sativa is the most studied plant in the world because it has every known vitamin, nutrient, mineral and trace element the human body needs. More vitamin C than citrus juice. Calcium, vitamin K, iron, you name it, it's there! It has more protein than beef, milk and eggs along with sixteen amino acids. It even has natural Phytoestrogens which can eliminate menopause symptoms in women. Within the past two decades, profound new discoveries have been made involving Alfalfa and Liquid Chlorophyll Chlorophyllin's amazing influence on health. After the first week increase to two heaping teaspoons per day.
2.

Take three tablespoons (300 mg) of our Chlorophyll Chlorophyllin per day. Proven to prevent certain breast, liver and other cancers. Our liver is our blood filter. The chlorophyllin will detoxify and cleanse the liver allowing it to cleanse the blood of impurities. It also removes any harmful alfatoxin in our bodies from the mold contained in all the foods we eat. To obtain the benefits found in one dose of chlorophyll chlorophyllin you would have to consume massive amounts of fresh or frozen produce. In fact, it takes approximately 400 lbs of raw material (alfalfa) to make 1 lb of chlorophyll chlorophyllin.
3.

Increase your intake of 'pure' water. The body is made up of 70% water. Our blood is more than 80%‚ our brain ... over 75%‚ and the human liver is an amazing 96% water! "U.S. drinking water contains more than 2100 toxic chemicals that can cause cancer." Tap water and bottled water are one in the same. Remember, "Cancer risk among people drinking chlorinated water is as much as 93% higher than among those whose water does not contain chlorine." U.S. Council Of Environmental Quality
4.

Take a walk or exercise in some way after the first week. We can provide you with the Chlorophyll Chlorophyllin to detoxify your body. We can provide you with the perfect nutrition in alfalfa leaf powder to nourish every cell. We can provide you with the purist water to ensure hydration. We can't exercise for you. Once the body is able to absorb nutrients and the liver able to filter blood, the body needs some exercise to 'push' the nutrients into every cell. Your body will then activate health.
5.

Sit in the sun for a few minutes each day. The sun supplies us with many healing properties in addition to providing the photosynthesis of plants. Without the sun's light there would be no life.
6.

Continue the program each day for the rest of your life.

That's it! That is all there is to it.

Side effects may include increased stamina, energy, feeling of overall well being, lean muscle mass, lowered cholesterol, healthier skin, increased defense against cancer.

You will begin to feel better within two weeks.
We guarantee it!



Why wait another day when you can start changing your health with no risk.
If you aren't completely satisfied within 30 days just let us know.
We will refund your purchase price - no questions asked.


Health Providers - call us for volume discounts 888.465.5037

Dani Cultures

Southern Baliem Valley Trek & North Dani Cultures 8D7N

$700.00
Ask a question about
this product...
Southern Baliem Valley Trek & North Dani Cultures 8D7N

DURATION : 08DAYS / 07NIGHTS SOUTHERN BALIEM VALLEY TREK & NORTH DANI CULTURES
START / FINISH : JAYAPURA AIRPORT
CONDITION : MODERATE TREKKING

DAY 01 : JAYAPURA-ARRIVAL
Arrival at Sentani airport of Jayapura, met by our guide then assist for connecting flight to Wamena, Arrival of Wamena short transfer to Baliem Pilamo hotel for check in and take a rest. Note: If arrival in afternoon no more flight to Wamena, you will overnight at Ratna Hotel-Sentani (near airport) and next day fly to Wamena.

DAY 02 : WAMENA– KURIMA – KILISE (B,L,D)
After breakfast, get car and drive an hour to Kurima of Baliem George part where you starting point of the trekking with your guide, cook and local porters. Trek will be 3-4 hours to Kilise village with passing some Dani sweet potatoes gardens. Afternoon explore village and surrounding. Dinner and overnight stay at local guest house of Kilise.

DAY 03 : KILISE – IBIROMA - SYOKOSIMO (B,L,D)
After breakfast, you proceed to descend the steep hill down to traditional hanging bridge across Baliem river. Today’s walk is a little harder with narrow and slippery paths. But you may also enjoying the nature’s beauty by stopping in the small waterfall to get refreshing while the cook serving lunch. After this part, the path gets smaller and tricky until you find another river with no bridge to cross. Trek about 4-5 hours to Syokosimo village.

DAY 04 : SYOKOSIMO – HITUGI (B,L,D)
The trekking today is the shortest one. After breakfast you are proceed to continue the trek up to a village called Hitugi. Climbing up the hill all the way to the village is something different, but the scenery is incredibly beautiful combined with small villages and local people working in the field. You arrive to the village by noon where the cook is ready to serve lunch. Dinner and overnight stay at Hitugi village. (Walk approx. 3 hours)

DAY 05 : HITUGI - SEIMA– SOGOKMO – WAMENA (B,L)
After breakfast, leaving Hitugi back to Sogokmo. The walk today is the longest one, but the terrain is not very difficult as trails wider and the panorama is so evicting. Passing Seima village before ending up in Sogokmo where the car ready to take you back to Wamena. Lunch served en route. Dinner and overnight at hotel.

DAY 06 : WAMENA – Jiwika Village in the North of Baliem valley (B)
Today we visit Dani tribes who live in the north. Here you may see the 250 years old and enjoy the Dani traditional dance, it does take a few hours. During the ceremony you can see how the Dani people cook their own food with traditional way. Afternoon see another villages and visit Jibama local market. Overnight at Rannu Jaya Hotel or Baliem Pilamo Hotel.

DAY 07 : WAMENA – JAYAPURA (B)
After breakfast, transfer to airport for your flight back to Jayapura. On arrival, you may have sightseeing tour including Mac Arthur 2nd World War monument, Sentani villages. Lunch serve at lake side restaurant. After lunch, see the Anthropology museum, Hamadi market & Jayapura town. Afternoon back to hotel for overnight and dinner.

DAY 08 : JAYAPURA – DEPARTURE (B)
Breakfast at hotel and proceed to airport for Depart to the next destination. End of services.

Tour price quote in USD:

Land cost for 8days/7nights Base on:
3 Nights at Baliem Pilamo Hotel / Rannu Jaya Htl-Wamena
1 Night at Sentani Indah Hotel –Jayapura
3 Night at local house

* 1 pax = 1.670/person
* 2 pax = 1.030/person
* 3 pax = 925/person
* 4 pax = 865/person
* 5 – 6 pax = 810/person
* 7 - 9 pax = 760/person
* 10-14 pax = 725/person
* 15pax-Up +1FOC = 700/person
* Single Supplement = 115/person

* Add internal airfare Jayapura-Wamena-Jayapura (round trip) = USD. 130.00 / person
These airfares are subject to change with or without prior notice in the future based on the airline authority and the availability of the seat.

INCLUDED:
-All land transportation including Airport transfers in JAYAPURA, and WAMENA.
-Accommodations as per above hotel
-English Speaking Guide
-Meals as per specific at itinerary (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner).
-Porters & cook during trekking (villagers), Traveling permit arrangement , Donations/entrance fee
-Traditional Performances of Dani ceremonies mentioned on above program.

EXCLUDED:
-Meals not mention on the program
-Any Domestic Flights, Travel Insurance.
-Airport taxes and extra baggage charges.
-Personal Expenses such as phone calls, laundry, beverages etc.
-All expenses incurred due to the flight cancellations or due other causes beyond our control.

Jumat, 06 Juni 2008

Salatiga

Salatiga

Salatiga is located about 40 km south of Semarang to Solo under Merbabu Mountain. Salatiga is a small city in Central Java. A city of students and retirement, it has been known since the Dutch occupation era to be a city of relaxation because of its cool relaxing temperature. About 40% of its 150,000 residences are students of three private universities in the city. This 600 m medium sized provincial town, lying on the slope of Merbabu has a hill station feel. The Satyawacana University is in the City. Near by the city, Rawapening tranquil lake with beautiful scenery is a popular picnic spot. Salatiga is a hidden town. It must have been desperation for its citizens: always shadowed by the immensity of its surroundings, but never had the chance to be alike. Yet in hiding, away from the ignorant eyes of the world, beauty blooms here. It blooms in silence, and never asks for attention.







l

Dieng Plateau

Dieng Plateau
Dieng Volcanic Complex (also called the Dieng Plateau) is a complex volcano. A complex volcano is an extensive assemblage of spatially, temporally, and genetically related major and minor volcanic centers with the associated lava flows and pyroclastic rocks. This is another place worth visiting in Central Java, situated around 2000 m above sea level and 100 km from Borobudur. This area northwest of Yogyakarta is in the volcanic mountains and over 2,000 meters elevation. The name "Dieng" means "abode of the gods." There the visitor can find restarted temples build around year 800, colorful lakes and steaming ones. On the road we will see how the farmer use all the land available by using terraces. It's also fresher up here and we are almost above the clouds. The plateau, located 2,093 meters above sea level, offers two sunrises, the golden sunrise and the silver sunrise. Both are equally amazing natural phenomena. The golden sunrise refers to the first sunrise between 5:30 and 6 a.m. It is said to be golden because of its sparkling golden red color. We can enjoy this sunrise from a viewing post at a height of 1,700 meters above sea level in Wonosobo. The place, located in a mountainous area, is easily accessible because the roads leading to this area are all paved.

After savoring the beauty of the double sunrise, a natural phenomenon perhaps found only on Dieng Plateau, we could still enjoy the beauty of the surrounding nature. Walk about 10 minutes over a distance of some two kilometers to the southeast of the temple where there is a colorful lake. From the top of a hill the lake reflects a greenish yellow color, the reflection of the sulfate acid that the lake water contains. Beside this colorful lake there is another lake with pristine water. Locals call it the mirror lake because the water is very clear. The surface of the lake water also reflects sunlight. Unfortunately, this beautiful morning panorama is slightly impaired by the rampant felling of trees around the lakes. Unless the tree feeling is checked, this beautiful panorama will soon vanish for good.

Beside the beautiful panorama above, there is also small monuments, which are not more than 50 feet high stand on a crater floor amidst sulfurous fumes and underlined by the presence of a few of the starkest Shivaite temples at an elevation of more than 6.000 feet, are impressive. The site is located four hours from Semarang. In this site, the visitor will see some of the oldest Hindu temples of Java. On the way to the Dieng Plateau, visitors will pass through tobacco plantations and beautiful mountain scenery. This area can reach about four hours from Semarang, the site of some of the oldest Hindu temples on Java. These 50m-foot high monuments stand on a crater floor amidst sulfur fumes. The road to the Dieng Plateau passes through tobacco plantations and beautiful mountain scenery.

Tawangmangu

Tawangmangu is located 40 km east of Solo, this recreational resort offers fresh weather; scenic views, swimming pools, bungalow style hotels and restaurants. Tawangmangu, a mountain resorts at an elevation of almost 1 km above sea level, which promises a cool escape from the city's heat. It lies on the slopes of Mt., Lawu, at an elevation of 1300 m above sea level. A cool splendid hill resort also on the slope of mount Lawu, at about 1400 M height above sea level. The road from Solo via Karangpandan is a fine trip thru magnificent green terraced hills. Tawangmangu has all kind of facilities, hotel, camping ground, forest tourism, etc. The climate is fresh and one can enjoy the beautiful scenery. Other features include nearby temples, a national park and 40m in high waterfall of Grojogan Sewu.

It is a 100 M high waterfall; the pool at the bottom has very chilly water. In front of the gate to Grojogan Sewu, horses for rent are available to ride around Tawangmangu.

Bandungan and Gedong Songo Temple

Bandungan and Gedong Songo Temple
This is a resort on the slope of mount Ungaran, about 900 meters above sea level. Gedong Songo (nine buildings), a group of small 8th century Hindu Javanese temples, can be reached either by car or on horseback from the town. Built at about the same time as the temples of the Dieng complex, Gedong Songo is one of the most beautifully sited temple complexes in Central Java and the views alone are worth the trip. Gedung Songo ('Nine Buildings') belong to the earliest antiquities of Java, they follow up the temples on the Dieng Plateau directly, for what about time. They were also built high in the mountains in an area full with volcanic activity; and they were also from Hinduist origin. But where the temples on Dieng Plateau are somewhat squeezed into a foggy valley, Gedung Songo are spread over the higher parts of the mountains, which guarantee a splendid view. On clear days, the horizon is one long row of volcanoes, from mount Lawu in the east, towards mount Sumbing, mount Sundoro and Dieng Plateau in the west.

The temples were built between 730 and 780, the first temple excepted, which could have been built some 30 years later. Gunung Songo is not the original name and also doesn't point at the number of structures. The number nine has a special meaning in the Javanese culture, in which there is a strong attachment to numbers. The temples are located at about the same distance from each other (100 meters, 200 meters) on a naturally formed terrace of edge of a mountain.

Ambarawa Railway Museum

Ambarawa Railway Museum
Ambarawa is famous nationwide by the credo Palagan Ambarawa. Small city that forgotten nowadays but became one of the important base camp of National heroes during Dutch occupancy in World War II. A small city in the junction of national road between Yogyakarta to Semarang and accessible to several small cities nearby like Salatiga, Magelang and Bandungan. Fifty km south of Semarang, Ambarawa has locomotives of various types and ages, and it is still possible to ride on a cog railway between Ambarawa and Bedono, a village nearby. Ambarawa Railway Museum 50 km south of Semarang, Ambarawa is the home of Java's antique locomotives, housed in a museum. Prior arrangements should be made for groups. Also of interest are a collection of antique telephones and other instrument used for railway communication.

The museum was established in the 1970s primarily to preserve a wide selection of the steam locomotives, which were then coming to the end of their useful lives on the 3ft 6in (1067mm) gauge railways of the Indonesian State Railway (the Perusahaan Negara Kereta Api, PNKA). These are parked in the open air next to the original station, originally a transhipment point between the 4ft 8 in gauge branch from Kedungjati to the northeast and the 3ft 6in gauge line onward towards Yogyakarta via Magelang to the south. It is still possible to see that the two sides of the station were built to accommodate different size trains. Ambarawa lays some way above sea level and was an administrative centre for the Dutch colonialists. Now the provincial Government of Central Java is increasingly taking an interest from the point of view of its heritage significance and its potential as a tourist attraction. Non-Governmental bodies like the Semarang Heritage Society are also acting to assist and there is also an unofficial overseas group 'The Friends of Ambarawa Railway Museum'.

Curug Semawur

Curug Semawur Waterfall
Curug Semawur, located at Blumah Village in Plantungan district, Kendal, Central Java is about 33km from Semarang. The journey to the waterfall can be a memorable experience as visitors would witness lines of wooden-house of the villagers, in addition to encounters a bunch monkeys along the way. Endless streams of waterfall heavily even in the driest season of the year, not to mention its unusual height, which could reach up to tens of meters. It has legend that the waterfall actually consists of seven levels and very few people have been able to climb up its peak.

Curug Semawur Waterfall

Curug Semawur Waterfall
Curug Semawur, located at Blumah Village in Plantungan district, Kendal, Central Java is about 33km from Semarang. The journey to the waterfall can be a memorable experience as visitors would witness lines of wooden-house of the villagers, in addition to encounters a bunch monkeys along the way. Endless streams of waterfall heavily even in the driest season of the year, not to mention its unusual height, which could reach up to tens of meters. It has legend that the waterfall actually consists of seven levels and very few people have been able to climb up its peak.

Menikmati Kehidupan di Palu

Jejak Sepanjang Jalan

* Home
* miswar
* mulhanan
* longky
* investasi

info cuaca di palu

http://nosarara.org/
| visitor
Custom Logo Design, Company Logo Design, Business Logo Design, Logo Designs.
sitemeter


news ticker
news ticker

Powered By: ochansangadji.co.nr
| links
# the jakarta post
# Kompas
# Detikcom
# Republika
# Tempo
# Tanah Merdeka
# PBHR Sulteng
# Andi Miswar
# mulyanihasan
# busranto
# abdy
# AJI
# AJI Bandung
# AJI Jakarta
# AJI Jember
# AJI Kediri
# AJI Palu
# AJI Yogyakarta
| arsip

* ▼ 2008 (37)
o ▼ May (6)
+ Pilihlah Pemimpin yang Kerja
+ Ketika TPI Mengobati Kerinduan Warga Indonesia di ...
+ Jababeka Siap Bangun Kawasan Industri Palu
+ Jumlah Orang Miskin di Sulteng Meningkat
+ Lebih 50 Ribu Anak di Sulteng Terlantar
+ Edarkan Uang Palsu, Warga Jakarta Ditangkap di Pal...
o ► April (6)
+ Jamaah Islamiyah di Balik Konflik Poso
+ Realisasikan Mimpi, Walikota Palu Minta Dicarikan ...
+ Menengok Sejuta Potensi Kabupaten Parigi Mutong
+ Togean, Taman Nasional Baru yang Kaya
+ Alkhairaat Bantah Berkonspirasi Gulingkan Gus Dur
+ Mesin Rusak, Batu Bara Kurang, Listrik Padam
o ► March (7)
+ DPP PDIP Tetapkan Pasangan Longki-Ijal di Pilkada ...
+ Jumlah Wisatawan di Sulteng Menurun
+ Lebih 30 Persen Penduduk Kota Palu Miskin
+ Sentra Produksi Rotan di Palu, Antara Harapan dan ...
+ Pemkot Kembangkan Urban Forestry
+ Keindahan Suatu Sore di Kota Palu
+ Menikmati Kehidupan di Palu
o ► February (4)
+ Ratusan Warga Demo Penyelesaian Korupsi Dana Recov...
+ Tiga Perusahaan Manggkir Bayar UMP
+ Akbar Tanjung Nilai Partai Golkar Mundur
+ Dana Recovery Poso Diduga Diselewengkan
o ► January (14)
+ Sulteng Masih Takut Lepas Sultim
+ Pemekaran Banggai Laut untuk Atasi Konflik
+ Tahun Ini Pemkot Palu Ambil Alih Saham Mall Tatura...
+ TNLL, Lokasi Wisata Terbaik di Sulteng
+ Mall Tatura Palu Dibongkar Pencuri
+ Pemerintah Cairkan Dana hampir Rp 1 Triliun Untuk ...
+ Terjadi Disparitas Pembangunan, Kepala Daerah Se-S...
+ Mamuju Utara, Surga Baru di Bumi Sulawesi
+ Dua SSK Brimob Ditarik dari Poso
+ Puluhan Ijazah Siswa SMP di Palu Ditahan Sekolah
+ Setelah Hujan dan Angin, Hari Ini Palu Panas Lagi
+ Hujan dan Angin Kencang, Pohon dan Tower di Palu T...
+ Kasus Terorisme di Sulteng Menurun
+ Polda Berlakukan Operasi Siwagilemba di Poso

* ► 2007 (75)
o ► December (13)
+ Demo Anti Korupsi, Tiga Mahasiswa Untad Palu Dicek...
+ Cafe Toragila Ganti Logo
+ Natal di Palu dan Poso Dijaga Ekstra Ketat
+ Sulteng Terima Dana Pasca Bencana Rp 22,5 Miliar
+ Patung Megalith Sulteng Dijual di Bali
+ Gua Latea, Kuburan Nenek Moyang Orang Pamona
+ Menengok Kearifan Lokal To Wana di Morowali
+ Penjagaan di Festival Danau Poso Diperketat
+ Panitia FDP Tak Libatkan Warga Lokal
+ Two blasts mark preparations for Poso Lake Festiva...
+ Security at Poso Lake Festival to be intensified
+ Izin Investasi di Kota Palu, Cukup Dilakukan di Ja...
+ Walikota Canangkan Gerakan Palu Berbunga
o ► November (12)
o ► October (5)
o ► September (4)
o ► August (5)
o ► July (17)
o ► June (9)
o ► May (7)
o ► January (3)

* ► 2006 (113)
o ► November (2)
o ► October (9)
o ► September (6)
o ► August (16)
o ► July (12)
o ► June (7)
o ► May (5)
o ► April (12)
o ► March (12)
o ► February (8)
o ► January (24)

Subscribe

RSS Feed (xml)
Powered By

Skin Design:
i said why not

Powered by Blogger
Tuesday, March 04, 2008
Menikmati Kehidupan di Palu

Palu, dalam bahasa Indonesia berarti martil. Mungkin dengan begitu, orang bisa saja beranggapan bahwa masyarakat di kota ini identik dengan karakter yang keras. Tapi ternyata, begitu kita menginjakkan kaki di kota yang dikenal dengan sebutan Bumi Tadulako ini, maka kesan kasar itu tak terlihat sama sekali.

Masyarakatnya begitu ramah, sangat bersahabat dan terkenal menjunjung tinggi sikap setia kawan. Paling tidak, itulah yang diakui beberapa tamu yang berkunjung ke kota yang berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa ini.

Entah dari mana nama itu terinspirasi menjadi nama kota. Belum ada penelitian ilmiah yang menjelaskan kenapa nama kota ini adalah Palu. Tapi, dari penuturan beberapa orang tua di Palu, mengatakan bahwa Palu itu adalah nama pohon yang tempo dulu banyak tumbuh di pesisir dan sekitar muara sungai yang membelah kota ini.

Konon, ketika itu, para pelaut dan pedagang asal Bugis, Makassar dan Mandar yang hendak berniaga ke daerah ini, selalu mengasoh di bawah rindangnya pohon palu itu. Bahkan, mereka mereka membuat pondok kayu untuk menginap di bawah pohon palu itu. Tapi, pohon palu itu kini telah musnah, tidak diketahui lagi jenis pohonnya seperti apa.

"Jadi, ketika para pelaut dan pedagang itu ditanya hendak ke mana, mereka akan menjawab ke Palu. Nah, dari situlah sehingga nama Palu pun menjadi nama kota ini," kata Rusdy Mastura, walikota Palu.

Dari situs http:///sulteng.go.id tertulis bahwa dulunya Palu adalah kota kecil sebagai pusat Kerajaan Palu. Daerah ini merupakan peninggalan penjajahan Belanda yang terbagi atas onder Afdeling (wilayah kekuasaan) dengan tiga landschap yakni, Landschap Palu terdiri dari Distrik Palu Timur, Distrik Palu Tengah dan Distrik Palu Barat. Landschap Kulawi dan Landschap Sigi Dolo.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 tahun 1950, Pemerintah Pusat kemudian menetapkan Wilayah Daerah Sulawesi Tengah dengan Ibukota Poso sedang Palu hanya tempat kedudukan Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) setingkat Wedana.

Di tahun 1957 status Kota Palu menjadi Ibukota Keresidenan Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah terbentuk melalui UU Nomor 13 tahun 1964 dengan Kota Palu sebagai Ibukota Provinsi Dati I Sulawesi Tengah.

Tahun 1978 melalui PP Nomor 18, Kota Palu ditetapkan menjadi Kota Administratif dan selanjutnya melalui UU Nomor 4 tahun 1994 berubah status menjadi Kotamadya Dati II Palu dengan Wilayah Kota Administratif Palu. Kini, Kota Palu terdiri dari empat Kecamatan yaitu, Kecamatan Palu Utara, Palu Timur, Palu Barat dan Kecamatan Palu Selatan. Wilayah-wilayah ini, dipisahkan oleh sebuah sungai yang airnya mengalir deras dengan empat buah jembatan panjang berukuran sekitar 500 meter.

Dulunya, Kota Palu begitu sepi. Dapat dipastikan tamu tidak akan betah kalau berlama-lama menginap di Palu. Tapi kini, kota ini benar-benar sudah berubah. Kota ini sudah mulai berdandan. Cafe dan resto tumbuh di mana-mana. Hotel dan penginapan juga tumbuh di mana-mana. Pokoknya, dai waktu ke waktu kota ini terus berkembang. Ke mana-mana sangat mudah dijangkau dan hanya dalam hitungan menit, karena tanpa kemacetan seperti di kota-kota besar.

Kota ini juga sangat indah. Ada laut, teluk, gunung dan sungai yang membelah kota. Lantaran itu, Ketua DPRD Kota Palu, Mulhanan Tombolotutu menyebutnya dengan Kota Empat Dimensi. “Kota ini sangat lengkap. Makanya saya menyebutnya dengan Kota Empat Dimensi,” katanya.

ADA PEJABAT, UTA DADA DAN SARABA

Kalau sudah berada di Palu, di mana kita akan menghibur diri, bersantai dan bersantap malam. Pertanyaan itu selalu keluar dari mulut tamu yang datang ke Palu. Dulu, di akhir tahun 1990-an, memang terasa sulit menjawab semua pertanyaan itu. Tapi sekarang, pertanyaan itu akan sangat mudah dijawab.

Jika kita mau menghibur diri dengan dentuman musik keras, kita bisa jalan-jalan ke Space Bar and Resto. Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer arah barat Bandara Mutiara Palu. Atau bisa juga ke Planet Palu yang oleh anak-anak muda Palu menyebutnya dengan P-2. Di sini, kita akan dihibur dengan grup band dari Jakarta atau Bandung. Bahkan, di setiap malam Kamis, kita akan menikmati tarian yang sedikit “panas” atau sedikit berani oleh para dancer dari luar Palu. Sudah dapat dipastikan, tempat yang baru mulai beroperasi di atas pukul 10 malam ini, banyak juga dikunjungi oleh perempuan malam yang muda-muda asal Manado dan Jawa.

“Kita tidak perempuan-perempuan untuk menemani tamu. Tapi mereka memang selalu datang ke sini. Jadi, kalau ada tamu yang mengajak kencan mereka, yah itu di luar kontrol kita,” kata Uci Tambing, humas Space Bar.

Sebelumnya, jika kita mau makan malam, di Kota Palu banyak menyediakan restoran kelas bawah hingga kelas atas. Rata-rata restoran-restoran itu menyediakan menu ikan bakar, cumi bakar dan goreng, kepiting, udang, lobster dan macam-macam sea food yang segar. Sebut saja misalnya Restoran Kampung Nelayan, Restoran Taman Ria, Restoran Silae Beach dan beberapa restoran lainnya.

Kalau kita mau menyantap hidangan ala Eropa, Restoran Maestro di kawsan Bumi Sagu Palu adalah jawabannya. Pemilik restoran ini adalah warga keturunan Jerman. Dan kalau kita mau makan malam sambil menikmati terangnya Kota Palu di waktu malam, Restoran Panorama yang berada di atas bukit Kawatuna menjadi tempat terbaik untuk itu.

Lantas, ke mana kalau kita mau menikmati menu tradisional. Dengan kendaraan dalam jarak yang hanya sekitar 20 menit ke arah barat, kita bisa mencoba makanan khas Kaili---suku asli di Palu---yang terletak di Dusun Padanjese, Kelurahan Donggala Kodi. Di sini semuanya serba tradisional.

Warga setempat menyediakan menu seperti Uta Dada (mirip opor ayam bagi orang Jawa) yang disantap dengan ketupat. Jangan dibayangkan kita akan duduk di kursi seperti umumnya di restoran mewah. Di sini benar-benar tradisional. Tempat duduknya berupa bangku yang terbuat dari bambu yang dibuat seadanya dan hanya berlantai tanah. Tapi, tempatnya begitu bersih sehingga tidak mengganggu selera makan. Dapat dipastikan, orang yang makan malam di tempat itu akan berkeringat karena makanannya sedikit pedas.

Agak sedikit keluar dari Kota Palu di arah selatan, kita bisa menikmati menu ayam bakar rica yang dihidangkan dengan ketupat dan uta dada. Lokasinya berada di sudut pasar Biromaru. Uniknya, tempat ini hanya dibuka sekali seminggu, atau tepatnya di malam Jumat. Sejarahnya, pasar Biromaru itu hanya dibuka sekali seminggu. Para pedagang mulai berdatangan membuka lapak-lapak sejak Kamis sore, sehingga malamnya mereka harus makan. Warga setempat kemudian membuka warung makan yang menunya hanya ayam bakar rica-rica, uta dada dan ketupat. Jangan harap kita akan menemukan nasi di tempat itu.

Setelah menyantap makan malam, kita masih boleh bersantai di bibir Teluk Palu. Sebuah kawasan mirip Boulevard di Manado atau Losarinya Makassar ini, menjadi pilihan bersantai di waktu malam. Di sini banyak Pejabat atau Pedagang Jagung Bakar Talise dengan minuman khas mirip wedang jahe yang diberi nama Saraba. Kawasan ini memanjang sekitar 5 kilometer. Jika sedang musim durian seperti sekarang ini, maka akan sangat mudah kita bisa menyantap jagung bakar manis yang hangat, saraba yang hangat dan juga bisa membeli durian dengan harga yang sangat murah.

DPRD TINGKAT III

RIBUT tapi mengasyikan..... obrolan ngalor-ngidul, serius, ringan, ngoceh, diskusi dengan berbagai topik. Mulai dari dari isu di tingkat Rukun Tetangga, sampai soal isu internasional yang mereka tonton di tivi dan baca di koran dan majalah. Ah....Semua hal dibicarakan di sini. Di sini juga mereka berdebat. Bersitegang. Bercanda. Dan macam-macam hal. Oh iya, di sini juga mereka bicarakan soal rencana aksi unjukrasa.

Saya mengistilahkannya dengan DPRD Tingkat III. Karena di sini berkumpul para birokrat, bupati, walikota, politisi, akademisi, pengusaha, kontraktor, wartawan, polisi, tentara, advokat, jaksa, hakim sampai pengangguran. Di sini juga ada beragam orang dengan latar belakang agama dan kepercayaan. Ada Islam, Kristen, Budha, Hindu, Kong Hu Cu dan juga yang tak beragama. Komunis benaran sampai komunis malu-malu pun ada. Semuanya berkumpul di sini. Mereka menyatu dan tidak kenal perbedaan-perbedaan itu. Tak ada sekat-sekat dan tak ada orang dilihat dari kelas sosialnya. Dan tak ada dendam di sini. Semuanya damai.

Ya... itulah suasana warung kopi (warkop) di Palu. Ada warung kopi Harapan di Jalan Wahidin yang saya menyebutnya dengan warkop KNPI. Karena setiap siang hingga sore, mayoritas hanya diisi oleh para anggota dan pengurus KNPI. Ada warkop Aweng di Jalan Ki Maja. Nama itu diambil dari nama pemiliknya. Ada juga warkop MJM di Jalan Setiabudi. Ada juga di warkop di Jalan Pattimura dan di Jalan Cut Nyak Dien. Entahlah, apakah karena hoki atau apa, semua warkop itu dikelola oleh mereka yang masih saudara sekandung.

SALAM DAN JABAT TANGAN

Yang paling berkesan ketika kita datang ke warkop-warkop di Palu, seperti telah menjadi suatu konsensus bersama meski tak tertulis, tapi wajib kita harus mengucapkan salam (Assalamu'alaikum atau selamat pagi) lalu disertai dengan berjabatan tangan. Kita harus berjabat tangan dengan semua pengunjung. Nah boleh dibayangkan kalau pengunjung ada 50 orang. Capek bukan....???

Tapi, semua yang datang ke warkop, pasti melakukan itu. Bahkan Marini, seorang aktris senior yang bersuamikan orang Palu, pun mengikuti tradisi itu. Dengan begitu, sudah dapat dipastikan jika kita datang tanpa memberi salam dan tanpa berjabatan tangan, maka kita akan merasa asing di tengah hiruk pikuk itu.

Dan lebih terlihat lagi persaudaraan itu, karena bagi yang memiliki uang lebih, tak peduli siapa orang itu, mereka akan membayar kopi yang diminum para pengunjung lain. Itu juga sudah menjadi semacam kesepakatan bersama. Tapi itu bukan sogokan atau pun amplop.

Entahlah, siapa yang memulai tradisi salam, jabat tangan dan bayar kopi untuk semua di warkop-warkop Palu itu. Tapi yang pasti, itu sudah berlangsung sejak lama. "Oh tradisi itu sudah ada sejak tahun 1970-an," kata Bustamin Nongtji, mantan Pembantu Rektor III Universitas Tadulako (Untad) Palu yang menjadi pelanggan tetap warkop Aweng.

Kesan lain yang kita temukan di warkop-warkop di Palu, adalah istilah kopi setengah. Beberapa pelanggan hanya memesan kopi separuh gelas. Jadi, kalau harga kopi segelasnya Rp 5000, mereka hanya membayar Rp 2500. Tapi tunggu dulu, setelah meminum beberapa teguk, pemesan kopi setengah itu meminta pelayan menambahkan air panas dan gula. Maka jadilah kopi segelas. Tapi, bayarnya tetap separuh. Sebuah strategi mendapatkan segelas kopi dengan bayaran separuh harga.

Kalau sudah sore setelah pukul 17.00 Wita, ke mana kita mau menikmati kopi. Mudah saja, kita cukup jalan-jalan ke Mall Tatura Palu, di situ ada sebuah cafe yang bernama Cafe Toragila. Cafe itu menyediakan kopi berkualitas terbaik atau kopi Toraja. Kehadiran Cafe Toragila di tengah anda mejadi pilihan tepat untuk menemukan suasana nyaman, tempat hang out bersama kawan, keluarga atau orang terkasih. Dengan koki yang berpengalaman dan pelayanan yang prima, Cafe Toragila menjadi pilihan utama melepas penat dari beraktivitas.

Cafe ini juga dilengkapi dengan fasilitas HotSpot dengan bandwith besar yang memungkinkan anda beserta kawan atau rekanan anda untuk bisa mengakses Internet berkecepatan tinggi dengan kualitas sangat memuaskan.

BERBEDA DENGAN ULEE KARENG DI ACEH

Di negeri Serambi Mekkah itu, kita juga bisa menikmati kopi di warung kopi Ulee Kareng. Suasannya nyaris sama. Tapi, sewaktu saya berada di Aceh beberapa tahun silam (saat tsunami) saya tak melihat ada jabatan tangan dengan semua pengunjug warkop Ulee Kareng. Saya juga tak melihat ada diskusi terfokus untuk satu isu yang lagi hangat. Masing-masing orang sibuk dengan obrolan di kelompoknya sendiri-sendiri.

Soal rasa kopi, memang tergantung lidah setiap yang meminumnya. Tapi, bagi saya kopi di warkop Ulee Kareng Aceh dan Warkop Palu, sama saja. Suatu saat, seorang kawan wartawan dari Aceh, namanya Hotli Simanjuntak, pernah ke Palu dan saya mengajaknya ke warkop Harapan di Jalan Wahidin. Ia memesan kopi. Begitu selesai menyeruput kopi itu, ia mengatakan: "Kopi Palu berat juga. Kepala saya puyeng juga setelah meminum kopi ini," kata Hotli ketika itu.

Seorang pejabat dari kantor Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat pun, sampai harus membeli sekilogram kopi Palu sebagai ole-ole untuk dibawa ke Jakarta. "Wah...saya belum merasakan kopi seperti ini di Jakarta," kata Tono Supranoto, Asisten Deputi Menko Kesra Bidang Penanggulangan Kemiskinan suatu saat ketika datang ke warkop Harapan.

Nah, saya pikir Anda juga bisa mencoba kopi Palu, sekaligus menikmati suasananya. Bagaimana bisa ke warkop Palu....??? Dari Jakarta Anda bisa menggunakan pesawat Lion Air, Wings Air, Batavia, Merpati dan Sriwijaya Air Lines, trasit di Makassar atau di Balikpapan. Harga tiketnya paling murah Rp 900 ribu dan yang paling mahal Rp. 1,5 juta. Dari Bandara Mutiara Palu, Anda cukup naik mobil bandara dengan tarif one way hanya Rp 30 ribu ke hotel.

Pagi harinya, pukul 08.00 Wita atau pukul 10.00 Wita, cobalah Anda ke warkop Harapan, Aweng atau MJM. Kalau di Harapan di Jalan Wahidin, maka yang Anda lihat adalah polisi, TNI, karyawan Bank dan Karyawan Telkom. Kalau Anda ke warkop Aweng di Jalan Ki Maja, maka Anda akan bertemu dengan PNS, para pejabat, politisi dan wartawan dan bermacam-macam orang. Kalau ke MJM di Jalan Setiabudi, maka akan bertemu dengan para kontraktor. Tak ada salahnya Anda mencobanya...!!! ***

Posted by Ochan Sangadji at 1:18 PM

0 comments:

Post a Comment
Links to this post

Create a Link
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Quran Online
Profile

Ruslan Sangadji
Palu, Central Sulawesi, Indonesia
aku seorang jurnalis. mantan Ketua aliansi jurnalis independen palu dan sekarang ketua BPO aliansi jurnalis independen indonesia

View my complete profile
| disclaimer

Selamat Datang di Weblog Ruslan Sangadji
Sebutlah ini sebagai Catatan Harian Seorang Jurnalis, Sekadar Berbagi Bila Saja ini Berguna bagi Khalayak.
contact
mobile
0813 4104 87 99
0858 850 969 27