Tanpa Objek Wisata Kota Semarang
Dua bangunan tradisional Jawa, Gebyok, dan Gazebo terbuat dari kayu jati lengkap dengan ukiran, terlihat megah berdiri di antara lalu lalang pengunjung di Atrium Mal Plasa Simpanglima. Kedua bangunan itu terlihat cukup mencolok. Bahkan setiap kali pengunjung datang pasti ingin tahu keberadaan kedua bangunan itu.
Gebyok dan Gazebo itu, sengaja diusung stan Jowo Antique untuk dipamerkan dalam pameran berlabel Java Tourism Expo 2007, dimulai Jumat (27/7). Pameran itu digelar atas kerja sama Dinas Pariwisata dan AR Production itu, juga memamerkan berbagai macam produk kerajinan, hotel dan resto, serta objek-objek pariwisata di Jateng.
Namun demikian, di antara objek wisata yang dipamerkan itu tidak ada satu pun berada di wilayah Kota Semarang. Karena itu jangan harap para pengunjung menemukan objek wisata seperti Gedung Batu, Goa Kreo maupun suasana kawasan Kota lama.
Menurut Haris dari AR Production, selaku organizer, pihaknya sudah menawarkan ke berbagai instansi dan lembaga yang berkait pariwisata dengan rekomendasi dari Diparta Provinsi. Namun hingga penyelenggaraan, dari Kota Semarang tidak ada yang ikut berpartisipasi. ''Alasannya, sudah berpartisipasi pada pameran di PRPP,'' katanya.
Memang cukup disesalkan, terutama jika dikaitkan upaya menyosialisasikan Semarang Pesona Asia. Padahal, pameran di Mal seperti itu memiliki nilai strategis cukup besar. Terutama bagi warga Kota Semarang, yang banyak mengisi waktu akhir pekan dengan jalan-jalan sambil berbelanja di Mal.
Di antara peserta pameran, terdapat stan milik Asosiasi Wisata Agro yang menawarkan berbagai objek wisata alam di perbatasan Kota Semarang, seperti Tirto Arum Baru Oase Kendal dan Tlogo Agro Plantation Salatiga, serta Agro Wisata Sondokoro di Kabupaten Karanganyar. Objek wisata lainnya yang ikut partisipasi Taman Wisata Citra Asri Nglimut, Kabupaten Kendal.
Bagi dunia usaha produk kerajinan terdapat batik, kerajinan tangan, mutiara, bordir. Sedangkan pengusaha hotel ada Hotel Horison dan Laras Asri Resort & Spa. Untuk resto, terdapat Bakoel Desa. Dalam pameran itu, pihak stan memberikan keleluasaan pengunjung untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Serta bisa membeli produk-produk yang ditawarkan dengan harga bersaing dengan pasar. Untuk Sabtu dan Minggu, pengunjung akan dihibur penampilan grup-grup musik.(B14-56)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar