Pemprov Kalteng Promosi Wisata-Budaya Lewat Sinetron
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencoba alternatif penawaran wisata dan budaya daerah khas setempat melalui sarana yang cukup unik, di antaranya dengan promosi lewat sinetron daerah.
"Sinetron ini kami harapkan mampu menjadi starting point bagi kemajuan seni budaya dan pariwisata Kalimantan Tengah, termasuk mendorong kemajuan bagi para pegiat seni budaya adat agar lebih bisa mengekspresikan diri," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kalteng Harun Al Rasyid, di Palangka Raya, Jumat.
Sinetron berjudul "Impian di Tanah Siang" garapan PH (production house) lokal oleh Fantasi Digital Studio tersebut, sepenuhnya merupakan program dan dibiayai Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mengenalkan seni budaya, adat istiadat, dan keindahan alam wilayah itu, terutama bagi masyarakat setempat.
Menurut Harun, sinetron berdurasi sekitar satu jam itu berupa drama keluarga secara umum bertemakan cinta dengan mengambil "tag line" sebuah karya tentang kesabaran, kasih, dan ketulusan.
"Meski ber-genre percintaan remaja, namun dalam kemasannya kami selipkan seni budaya Dayak, terutama suku Tanah Siang di wilayah Barito, dengan setting keindahan panorama alam di gugusan Pegunungan Muller Swaner," jelasnya.
Sinetron ber-bujet Rp70-an juta itu, kini telah rampung dengan lama waktu penggarapapan sekitar tiga bulan dan rencananya akan dilaunching perdana pada Sabtu (24/2) di Rumah Betang Mandala Wisata, Palangka Raya.
Launching perdana kepada masyarakat umum itu bertujuan agar masyarakat Kalimantan Tengah sendiri dapat kembali mengenal dan mendalami budaya setempat,sembari menikmati jalan cerita yang mengalir dari pedesaan ke perkotaan.
"Impian di Tanah Siang bukan kami tujukan untuk komersial, sehingga kasetnya tidak kami jualbelikan dengan bebas. Tapi tidak menutup kemungkinan ada produser yang tertarik untuk menayangkannya," ujarnya.
Kisah cinta dalam sinetron yang sebagian cerita berbahasa daerah itu disuguhkan oleh dua tokoh utama yaitu Susi Marsandi (artis lokal) sebagai Intan dan Henman Mantoy (artis Jakarta) sebagai Hendri, dan disutradarai oleh Wilbertus Wilson.
Sumber: www.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar