Tour

  1. Panduan Jadi Tur Leader

    Rahasia Traveling Gratis ke LN &
    Dapat Income Ribuan Dolar.

Minggu, 10 Januari 2010

GATRA

Hong Kong:
Sebutir Mustika di Mulut Naga

Hong Kong & Kowloon dilihat dari Victoria Peak (GATRA/Wiratmadinata)ALKISAH seekor singa menjaga sang naga, yang mulutnya menyimpan mustika. Di dalam ramalan Cina kuno yang jarang dikisahkan itu, singa yang dimaksud adalah seonggok bukit karang di daratan Kowloon, yang menyatu dengan Cina Daratan. Posisi bukit mirip singa tepekur itu mengarah ke Laut Cina Selatan, di mana Pulau Hong Kong berada. Adapun selat sempit memanjang, yang memisahkan kedua teritori itu, merupakan perwujudan seekor naga.

Dalam gambaran itu, Hong Kong Island seperti sebutir mustika di mulut seekor naga. Adapun singa tersebut sedang bersiaga di belakangnya, mengawal sang naga. Hong Kong adalah pulau harapan yang membawa kemakmuran. Penggambaran seperti itu merupakan perhitungan feng shui terhadap lanskap Hong Kong. Feng shui adalah ilmu metafisik Cina mengenai keadaan alam dalam hubungannya dengan peruntungan manusia.

Pada umumnya, orang Kanton, mayoritas etnik di bekas negara koloni Inggris itu, mempercayai pesan feng shui. Jangan heran jika Hong Kong merupakan daya tarik bisnis yang kuat. Banyak pengusaha mempertaruhkan nasib mereka di sana. Sejak zaman kolonial, orang Hong Kong menjuluki "bukit singa" karang tersebut dengan nama Lion Rock.

Posisinya persis berbatasan antara Kowloon dan Northern Teritory (NT), distrik paling utara dari Hong Kong, yang kini berstatus Daerah Administrasi Khusus (SAR) dari Republik Rakyat Cina. Status ini ditetapkan Pemerintah Cina setelah dikembalikan oleh Inggris, 1 Juli 1997. Adapun kawasan NT berbatasan dengan Sen Zhen, salah satu provinsi paling selatan di Cina Daratan. Di kaki "bukit singa" itu terdapat Lion Rock Tunnel, terowongan bawah tanah penghubung Kowloon-NT.

Stanley Market (GATRA/Wiratmadinata)Terlepas dari keabsahan "ramalan" feng shui di atas, Hong Kong memang berkembang pesat, modern dan makmur, dengan jumlah penduduk 6,8 juta. Kondisi menyenangkan tersebut relatif tak berubah, baik sejak jadi negara koloni Inggris maupun setelah kembali menjadi salah satu "provinsi" bagi Cina. Kalaupun ada terpaan badai "taifun" terhadap ekonomi Hong Kong, itu merupakan imbas krisis moneter global pada 1997. Kala itu, negara-negara maju di Asia, seperti Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia, juga ikut terpuruk.

Pepatah Cina kuno mengatakan,"di balik krisis selalu ada kesempatan", dan Pemerintah Hong Kong mencoba memperbaiki keadaan yang terpuruk tersebut. Salah satunya adalah memfokuskan devisa dari sektor pariwisata. Pemberdayaan sektor ini dianggap obat paling jitu, di tengah arus perdagangan yang mengalami masa sulit.

Maka, pemerintah pun mendorong Hong Kong Tourism Board (HKTB) untuk bekerja keras. Pasca-peristiwa epidemi flu SARS yang melanda kawasan Cina dan sebagian Asia Tenggara, pemerintah setempat malah menyediakan dana HK$ 1 milyar atau sekitar Rp 5 trilyun demi menyelamatkan sumber keuangan penting tersebut.

Hasilnya tidak mengecewakan. Tahun 2003, perekonomian Hong Kong mampu tumbuh 31% pada 2003. Target pada 2004, Hong Kong bakal menyedot 20 juta wisatawan. "Tahun 2004 adalah permulaan yang cerah bagi pariwisata Hong Kong," kata Clara Chong, Direktur Eksekutif HKTB, dalam sebuah konferensi pers.

Gebrakan lain juga dilakukan untuk mendukung target ini. Antara lain dengan dibukanya Avenue of Stars di Kowloon, yang menyerupai Hall of Fame di Hollywood. Hong Kong memang salah satu dari tiga negara industri film utama dunia, selain Amerika Serikat dan India, yang kini diperhitungkan konsumen.

Menggeliatnya ekonomi Cina --"naga Asia" yang juga ibu kandung Hong Kong--seakan membenarkan bahwa hoki "negara" di sisi Laut Cina Selatan ini bukan sekadar ramalan feng shui. Hong Kong mendapat berkah menjadi tempat persinggahan utama bagi para pebisnis yang hendak berurusan ke Cina. Para eksekutif dari seluruh dunia biasanya mampir dulu ke Hong Kong sebelum ke Cina Daratan. Umpamanya, ke Sen Zhen, Kwang Tung, Shanghai, atau ke Beijing.

Stanley Market (GATRA/Wiratmadinata)Sebaliknya, wisatawan dari Cina Daratan --yang dalam 10 tahun terakhir bergelimang kemakmuran berkah ekonomi terbuka Beijing-- makin merasa perlu mengunjungi Hong Kong. Trend kunjungan wisatawan "lokal" ini juga ikut menggerakkan roda ekonomi Hong Kong.

Di samping geliat ekonominya, infrastruktur dan kondisi alamnya juga memberi berkah tersendiri bagi Hong Kong. Keseriusan pemerintah setempat mengemas kota ini jadi tujuan wisata juga sangat berperan. Kota padat berhutan pencakar langit itu terus dipoles kian molek, bersih dan gemerlap. Hong Kong berhasrat menjadi "Asia World's City"--bagian dari selebriti kota-kota dunia-- seperti Paris, London, atau New York.

Namun, Hong Kong tetap ingin menyajikan masa lalunya yang eksotik. Kota ini tetap akan mengantar para pelancong untuk bisa menikmati derit roda trem, kedai teh dan ramuan-ramuan alam kuno, serta lelaki yang mengenakan tong sham sambil berlatih tai chi di taman-taman lengang.

Tampaknya, seperti ramalan feng shui di atas, Hong Kong tetaplah sebuah mustika di mulut naga. Pertanda kemakmuran, baik bagi rakyat Hong Kong maupun bagi Cina --sang "naga" sebenarnya-- bukanlah omong kosong. "So, live it, love it," kata Ketua HKTB, Selina Chow, saat meresmikan Avenue of Stars.

Wiratmadinata (Hong Kong)
[Suplemen, Gatra, Edisi 33 Beredar Jumat 25 Juni 2004]
Gianyar " Roh Sang Dewa Di Pulau Dewata" Print E-mail
Thursday, 23 October 2008

Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali yang juga merupakan salah satu pusat kegiatan kreativitas budaya yang sangat kaya akan karya cipta dengan berbagai mahakarya yang terkenal keindahannya.

Sebagai bagian dari wilayah pedalaman, Gianyar juga memiliki keindahan alam dengan bukit-bukit dan lembah yang memikat mata.

Jika Bali dijuluki ”Pulau Dewata”, maka dapat dikatakan bahwa Gianyar adalah jantungnya atau Rohnya Sang Dewa.
Kabupaten Gianyar merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Kabupaten Gianyar memiliki tujuh kecamatan (Ubud, Sukawati, Gianyar, Tegalallang, Tampaksiring, Payangan & Blahbatuh) yang memiliki potensi berbeda.


Gianyar juga dijuluki Bumi Seni, karena di daerah ini bertebaran sejumlah besar kelompok kesenian yang mengusung berbagai bentuk ungkapan dan tampilan keindahan.

Bagi orang Bali yang sarat religius, beragama Hindu, kesenian merupakan bentuk-bentuk persembahan sekaligus wahana pengungkapan keindahan, karena Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, sangat menyukai keindahan.

Oleh karena itu, Bali bagaikan sumber mata air bagi kreativitas seni budaya yang takkan pernah kering. (gempita gianyar 08/ ra/indofamily

Copyright © 2010 IndoFamilyTravel. Brought to you by Indofun Online.
This site is best viewed with a resolution of 1024x768 (or higher) and Firefox Browser Ver. 1+
RSS 2.0 Valid CSS Valid XHTML 1.0 Transitional

Pesona Keindahan

Pesona Keindahan Dan Kemewahan Hotel Di Bali
BERITA - mepow.wordpress.com - Bali adalah sebuah fenomena. Pulau kecil di wilayah tengah-selatan Indonesia ini bahkan telah menjadi legenda di setiap pelosok dunia. Namanya harum menyebar di seantero bumi, hingga setiap orang memimpikan berada di Bali suatu saat nanti. Jadilah Bali yang oleh umum dijuluki Pulau Dewata itu menjadi tujuan wisata utama di

Berita Daerah

Sektor Pariwisata Indonesia Menggeliat Di Tengah Krisis Global
Jumat, 26 Juni 2009

(Berita Daerah - Nasional) - Ada yang aneh dengan pertumbuhan pariwisata di Indonesia jika dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan pariwisata di dunia.
United Nations World Tourism Organization (UNWTO) memprediksi tingkat pertumbuhan wisata dunia hanya mencapai nol sampai minus dua persen akibat krisis global yang melanda negara-negara di dunia.
Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Wardiyatmo mengatakan pertumbuhan pariwisata Indonesia sejak Januari hingga April 2009 telah mencapai 1,5 persen.
"Ini kan artinya pertumbuhan pariwisata kita baik sekali," kata Wardiyatmo.
Ia mengatakan neraca perjalanan 2008 mengalami surplus 1,7 miliar dolar Amerika, yang artinya hal itu dapat memperkuat neraca pembayaran. Ia menambahkan sektor yang mengalami surplus pada neraca perjalanan hanya sektor pariwisata dan sektor tenaga kerja.
Sektor pariwisata menyumbang hampir lima persen untuk Product Domestic Bruto (PDB) 2008 dengan mendatangkan sebanyak 6,4 juta wisatawan ke Indonesia.
"Untuk tahun 2009, target kita nggak muluk-muluk, cukup sampai 6,5 juta wisatawan saja," kata Wardiyatmo.
Ia menargetkan sumbangan sektor pariwisata terhadap PDB sebesar 5,5 hingga enam persen pada 2010 berdasarkan data Neraca Satelit Pariwisata Nasional.
Wardiyatmo bahkan mengatakan Depbudpar akan menargetkan 10 persen pendapatan pada PDB dengan mendatangkan 10 juta wisatawan mancanegara.
Menurut Wardiyatmo, setiap tahun pertumbuhan ekonomi pariwisata lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia mengatakan strategi untuk mencapai target PDB ialah dengan meningkatkan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusatara karena variabel PDB yaitu pengeluaran dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, pengeluaran pemerintah pusat dan daerah, serta pengeluaran industri pariwisata.
Ia mengatakan pertumbuhan pariwisata terkait dengan perkembangan empat komponen, yaitu pasar, obyek wisata, transportasi, serta strategi pemasaran.
Pertama, berdasarkan data-data di atas, Indonesia sudah memiliki pasar, yaitu wisatawan asing dan wisatawan nusantara.

Kedua, obyek wisata di Indonesia yang utama adalah keindahan alamnya. Potensi keindahan alam Indonesia tidak kalah dengan keindahan alam negara-negara lainnya.
Wardiyatmo menambahkan, untuk mempertemukan pasar dan obyek wisata, maka dibutuhkan dua jembatan yang akan menghubungkannya, yaitu komponen transportasi sebagai jembatan fisik dan strategi pemasaran.
Namun dibalik pertumbuhan sektor pariwisata yang kian optimistis, Wardiyatmo mengakui bahwa Indonesia masih lemah dalam pencitraan sebagai tempat tujuan wisata yang potensial.
"Banyak yang bilang promosi kita masih lemah,"kata Wardiyatmo.
Ia mengatakan lemahnya promosi terkait dengan pendanaan di bidang promosi. Jika negara-negara lain menghabiskan dana 10 dolar Amerika per wisatawan untuk promosi, maka Indonesia baru menghabiskan satu hingga dua dolar Amerika per wisatawan.
Untuk mendukung strategi pemasaran pariwisata tersebut, pemerintah menambah anggaran Depbudpar Rp200 miliar pada 2010 untuk promosi pariwisata. Pada 2009, anggaran promosi pariwisata sebesar Rp260 miliar.
"Jadi tahun depan total anggaran untuk promosi pariwisata Rp460 miliar," kata Wardiyatmo.

Menurut Direktur Fortune Indonesia, Indira Abidin, Indonesia mempunyai alam yang sangat indah jika dibandingkan dengan Malaysia dan tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan Thailand.

"Singapura bahkan tidak mempunyai sumber daya alam, ia hanya mempunyai pusat-pusat perbelanjaan namun mampu mencitrakan diri sebagai tempat wisata belanja," kata perempuan lulusan Boston University itu.

Menurut Indira, strategi pencitraan bukan hanya mengenai biaya, namun bagaimana membuat strategi pencitraan pariwisata Indonesia yang terintegrasi dan pas dengan kebutuhan serta menjadi solusi dari permasalahan wisata di Indonesia.

Ia mengatakan strategi tersebut harus melalui penelitian dan merefleksikan kebutuhan pasar, kemudian strategi tersebut diterapkan dengan eksekusi promosi dengan baik.

Indira mencontohkan strategi pemasaran Florida yang mempunyai kasus hampir sama dengan Indonesia. Pada tahun 90-an, Florida terkena isu keamanan, yaitu permasalahan tingkat kriminalitas yang tinggi dan isu rasial yang berkembang.

Dari isu keamanan tersebut, Florida kemudian terkena `travel warning` dari sejumlah negara Eropa sehingga perekonomian Florida sempat goyah karena pendapatan Florida sebanyak 30 persen berasal dari sektor pariwisata.

Menurut Indira, strategi pemasaran yang diterapkan Florida pada saat itu adalah menerapkan kampanye `Miami Nice Programme` yang dipelesetkan dari film Miami Vice. Eksekusi dari strategi pemasaran Florida melalui tiga tahap, yaitu perbaikan internal, `hard selling`, dan `soft selling`.

Perbaikan internal yaitu dengan melibatkan semua masyarakat untuk mengikuti program `Miami Nice Customer Service Programme` tersebut, yaitu dengan melibatkan pihak universitas hingga sopir taksi. Sopir taksi kemudian diajari cara menyapa yang baik bahkan bisa menjadi pemandu wisata yang baik.

"Kalau di Indonesia, itu sudah diterapkan di Jogjakarta," kata Indira. Menurut Indira, pemerintah Florida juga menempatkan fasilitas-fasilitas keamanan di sejumlah lokasi di Florida, misalnya terdapat fasilitas `safety booth` di bandara dan di hotel, kemudian ada frekuensi radio khusus yang membahas tentang keamanan.

"Jadi ada satu pesan khusus dari pariwisata nasional yang diterapkan di setiap lini masyarakat," kata Indira.

Ia mengatakan peranan pemerintah ialah memfasilitasi dan menciptakan cetak biru pariwisata nasional. Di dalam cetak biru tersebut, terdapat pemetaan pada `stakeholder mapping`, `tourism mapping`, dan `issue mapping`.

"Dari ketiga pemetaan tersebut barulah ditarik satu pesan yang benar-benar mewakili pariwisata Indonesia," kata Indira.

Ia menambahkan dengan dana yang terbatas namun cetak biru pariwisata nasional yang jelas, pemerintah seharusnya membuat `digital public relation` atau melakukan promosi pariwisata lewat dunia maya.

"Hal itu juga yang dilakukan Malaysia dengan pencitraan `The Truly Asia` nya," kata Indira menjelaskan.

Menurut Pengamat Ekonomi Mathiyas Thaib, strategi pemasaran memang diperlukan untuk mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia.

"Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana membuat pariwisata menjadi solusi ekonomi di Indonesia," kata Mathiyas.

Ia mengatakan, jika memang harus mempromosikan pariwisata nasional, maka pemerintah harus memilih beberapa lokasi saja di Indonesia untuk diangkat dan dibenahi. Sebab jika pemerintah harus mempromosikan seluruh wilayah di Indonesia maka akan menjadi pekerjaan yang sangat berat.

Menurut Mathiyas, pekerjaan rumah pariwisata nasinonal bukan hanya urusan departemen pariwisata saja, namun juga menjadi pekerjaan rumah departemen Pekerjaan Umum, Departemen Perhubungan, dan lain-lain.

Ia mengatakan pariwisata merupakan kekayaan Indonesia yang terpendam dan masih banyak sektor pariwisata yang bisa dikembangkan dengan strategi tertentu.

(Rosa Panggabean/FB/ant)
berita daerah advertising

DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | TENTANG KAMI | HUBUNGI KAMI |
Copyright © 2006-2007 Beritadaerah.com, Powered by Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlife.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizportal.com - vibiznews.com - vibizdaily.com - managementfile.com - visijobs.com - shoppingandnews.com - ictfiles.com
online counter